Apakah ciuman sederhana benar-benar dapat menularkan penyakit, atau hanya merupakan suatu eksagerasi yang tidak kita anggap serius?
Realitanya adalah bahwa mulut manusia mengandung jutaan bakteri dan virus. Ketika dua orang berada dalam kontak dekat—terutama melalui ciuman—mikroorganisme ini dapat dengan mudah berpindah dari satu orang ke orang lain. Di halaman Facebook Islami aur Desi Totkay, topik seperti ini sering dibahas yang cenderung diabaikan orang, tetapi ilmu kedokteran modern mengonfirmasi bahwa, dalam situasi tertentu, ciuman memang dapat menjadi sumber infeksi.
Penelitian medis menunjukkan bahwa mulut adalah salah satu bagian yang paling kaya bakteri di tubuh manusia. Beberapa bakteri ini bermanfaat, sementara yang lain bisa berbahaya. Selama ciuman, mikroba ini bisa dipertukarkan melalui air liur. Menurut studi yang dipublikasikan di platform seperti National Institutes of Health (NIH) dan PubMed, jutaan bakteri dapat dipindahkan dalam hitungan detik selama ciuman dalam, yang berpotensi menyebabkan infeksi dalam beberapa kasus.
Salah satu infeksi yang paling dikenal menyebar dengan cara ini adalah mononukleosis, sering disebut sebagai “penyakit ciuman.” Ini biasanya disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV) dan menyebar melalui air liur. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejalanya termasuk kelelahan ekstrem, demam, sakit tenggorokan, dan kelenjar getah bening yang bengkak. Meskipun sering sembuh dengan sendirinya, ini dapat menyebabkan kelemahan berkepanjangan pada beberapa individu.
Demikian pula, Virus Herpes Simplex Tipe 1 (HSV-1) adalah infeksi umum yang ditularkan melalui ciuman. Ini muncul sebagai luka dingin atau lepuh di bibir. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sebagian besar populasi global membawa virus ini, dan sekali masuk ke dalam tubuh, virus ini akan tetap ada seumur hidup. Jika seseorang dengan luka dingin aktif mencium orang lain, virus ini dapat dengan mudah menyebar.
Virus sitomegalovirus (CMV) adalah virus lain yang dapat ditularkan melalui air liur. Ini biasanya tidak menyebabkan gejala berat pada individu sehat tetapi bisa berbahaya bagi orang dengan sistem kekebalan yang lemah atau bagi wanita hamil. #love