CEO Ripple Brad Garlinghouse mengeluarkan peringatan tegas selama wawancara Fox Business di Miami, memperkirakan potensi koreksi pasar 10% saat ia menjelaskan perubahan strategis perusahaan. Ia menekankan bahwa utilitas XRP tetap menjadi 'Bintang Utara' perusahaan, mengungkapkan bahwa akuisisi terbaru secara signifikan melebihi target, dan membahas hambatan regulasi kritis yang dihadapi sektor kripto AS, termasuk peluang stablecoin yang muncul.

Utilitas XRP adalah 'Bintang Utara' Ripple

Garlinghouse menjelaskan bahwa XRP adalah prinsip panduan di balik langkah strategisnya. Menurut CEO Ripple, meningkatkan kasus penggunaan XRP di dunia nyata, kepercayaan, dan utilitas sekarang menjadi faktor utama dalam pendekatan perusahaan terhadap pengembangan produk dan ekspansi. "Itu adalah Bintang Utara kami tentang bagaimana kami memikirkan semuanya," katanya.

Pandangan utilitas XRP ini telah menjadi pusat akuisisi Ripple, yang, menurut Garlinghouse, semuanya sudah melampaui ekspektasi. Garlinghouse menyebutkan bahwa kedua akuisisi besar Ripple dari tahun lalu telah melampaui proyeksi internal perusahaan. Ripple Treasury, yang sebelumnya dikenal sebagai GTreasury, dan Ripple Prime masing-masing telah melampaui ekspektasi, dengan contoh paling mencolok adalah Ripple Prime yang berhasil mengalikan pendapatannya tiga kali lipat sejak akuisisi.

Stablecoin dan Regulasi Bisa Menentukan Fase Berikutnya Industri

Garlinghouse menunjuk pada Ripple Treasury sebagai ilustrasi konkret dari peluang pasar yang ada. Platform ini, dalam bentuk sebelumnya sebagai GTreasury, mengatur pembayaran senilai $13 triliun tahun lalu. Namun, 0% dari pembayaran ini dilakukan dalam crypto atau stablecoin. Kesenjangan itu adalah salah satu peluang terbesar dalam bagaimana industri crypto melanjutkan pergerakannya.

"Itu adalah peluangnya," kata Garlinghouse.

Menariknya, dia juga menjelaskan masa depan bagaimana Ripple menangkap peluang itu dengan mengintegrasikan jalur pembayaran crypto langsung ke dalam dashboard yang sudah digunakan oleh bendahara perusahaan. Dia menggambarkan masa depan di mana bendahara perusahaan dan CFO dapat memilih antara jalur pembayaran tradisional yang memakan waktu berhari-hari dan lebih mahal, atau opsi berbasis blockchain yang menyelesaikan transaksi dalam hitungan menit. Pilihan itu bisa menjadi faktor penting yang membawa crypto lebih dalam ke dalam keuangan global.

Bagian penting lain dari diskusi berfokus pada regulasi crypto di Amerika Serikat, khususnya RUU CLARITY yang diusulkan. Garlinghouse sebelumnya telah menyatakan dukungan untuk RUU CLARITY. Dia bahkan sebelumnya memprediksi bahwa legislasi ini akan disetujui oleh regulator AS pada akhir April.

Namun, CEO Ripple kini mendorong timeline yang diproyeksikan lebih jauh. Dia merevisi timeline-nya selama 30 hari dan kini mengharapkan kemajuan lebih dekat ke akhir Mei tetapi tetap menegaskan bahwa negosiasi masih berlangsung dan semua pemangku kepentingan masih terlibat. Yang perlu terjadi sekarang adalah kompromi pada isu penting ini mengenai bagaimana pengelolaan imbalan.

Menurut Garlinghouse, mengesahkan pedoman regulasi yang jelas untuk industri crypto sangat penting untuk menjaga inovasi dan modal tetap di dalam Amerika Serikat dan agar AS tetap kompetitif di tingkat global. Tanpa pedoman regulasi yang jelas, ada risiko bahwa para pengusaha dan investasi akan terus pindah ke luar negeri.

ETH
ETH
1,891.26
-0.38%
BTC
BTC
64,118.26
+1.19%
XRP
XRP
0.9914
-0.97%