Aliran pertukaran adalah data on-chain penting tentang token yang harus diperhatikan oleh setiap investor.
Aliran pertukaran mengacu pada arus masuk – arus keluar token. Secara teoretis:
Ketika arus masuk meningkat, lebih banyak token akan dikirim ke bursa untuk dijual, sehingga menyebabkan penurunan harga token.
Ketika arus keluar meningkat, lebih banyak token akan ditarik dari bursa ke dompet, sehingga menyebabkan kenaikan harga token.
Ambil FTM sebagai contoh. Mari kita lihat korelasi antara harga FTM dan data arus pertukaran FTM di bawah ini. Jika kita melihat grafiknya, aksi harga FTM tampaknya sebagian sesuai dengan teori tersebut. Tentu saja memprediksi pasar tidak pernah mudah sehingga indikator ini tidak bisa 100% benar.

Untuk menghitung selisih antara jumlah token yang disimpan dan ditarik dari bursa, kami memiliki rumus berikut:
Arus Bersih Pertukaran = arus masuk bursa – arus keluar bursa
Dikombinasikan dengan teori arus pertukaran di atas, kita mempunyai:
Exchange Netflow meningkat, harga token menurun
Exchange Netflow menurun, harga token meningkat
Dengan memantau secara cermat data arus pertukaran harian, investor dapat memprediksi harga token dan membuat keputusan investasi.
Namun, menganalisis harga suatu token memerlukan penggabungan banyak faktor atau indikator.