Selama konferensi pers di Florida, Trump mengatakan bahwa kampanye militer melawan Iran telah mencapai banyak tujuannya. Dia menyarankan bahwa perang bisa segera berakhir, meskipun dia tidak memberikan jadwal spesifik.
Trump juga mengklaim bahwa tentara AS dan Israel telah sangat melemahkan kemampuan militer Iran, mengatakan bahwa konflik itu "sangat lengkap" dan bahwa Iran telah kehilangan banyak kemampuannya untuk melakukan operasi militer besar.
Latar Belakang Konflik
Konflik dimulai setelah operasi militer bersama oleh Amerika Serikat dan Israel menargetkan infrastruktur militer Iran pada akhir Februari 2026. Sejak saat itu, ribuan target dilaporkan telah terkena selama kampanye.
Iran telah merespons dengan serangan misil dan drone ke basis-basis AS dan sekutu regional, meningkatkan kekhawatiran bahwa konflik ini bisa meningkat menjadi perang regional yang lebih luas.
Dampak pada Pasar Global
Perang ini juga telah mempengaruhi pasar energi global. Harga minyak melonjak melewati $100 per barel seiring meningkatnya ketegangan dan pengiriman melalui Selat Hormuz terganggu. Rute ini sangat penting karena sebagian besar pasokan minyak dunia melewati rute ini.
Trump menyarankan bahwa jika perang berakhir segera, pasar energi bisa stabil dan harga minyak mungkin turun lagi.
Respon Iran
Pejabat Iran telah menolak klaim Trump bahwa perang hampir berakhir. Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa Iran—bukan Amerika Serikat—yang akan menentukan kapan konflik ini berakhir.
Respon ini menunjukkan bahwa ketegangan masih tinggi dan situasi bisa berubah dengan cepat.
Sementara Presiden Trump tetap optimis bahwa konflik akan segera berakhir, ketidakpastian masih melanda kawasan ini. Upaya diplomatik dan perkembangan militer dalam beberapa hari ke depan akan menentukan apakah perang benar-benar bergerak menuju kesimpulan atau jika ketegangan semakin meningkat.
#Trump's #iran #MiddleEast #TrumpSaysIranWarWillEndVerySoon #IranIsraelConflict