Itu adalah malam bulan Agustus 2019 di New York. Di dalam sel Metropolitan Correctional Center, salah satu pria paling kontroversial di planet ini ditemukan mati. Secara resmi, ini adalah bunuh diri. Namun kematian ini tidak akan mengakhiri kasus tersebut. Sebaliknya: itu akan mengubah nama Jeffrey Epstein menjadi salah satu skandal paling mengganggu dalam sejarah kontemporer.
Karena di balik jatuhnya finansier miliarder ini tersembunyi jaringan penyalahgunaan seksual, kekuasaan, dan keheningan yang terus mengguncang elit.
Pria yang bergaul dengan para berkuasa
Selama beberapa dekade, Jeffrey Epstein bergerak di lingkaran kekuasaan yang paling tertutup. Mantan profesor yang menjadi manajer kekayaan ini membangun reputasi sebagai seorang finansier yang cemerlang. Namun yang terpenting, ia menjalin hubungan dengan beberapa tokoh paling berpengaruh di dunia.
Dalam buku alamatnya terdapat nama-nama seperti mantan presiden Amerika Bill Clinton, pengusaha yang menjadi presiden Donald Trump, atau bahkan pangeran Inggris Pangeran Andrew.
Foto-foto, penerbangan pribadi, pesta-pesta mewah… Epstein tampaknya memiliki akses ke segala hal. Dan terutama ke semua orang.
Namun di balik fasad vila dan jet pribadi, sebuah sistem yang jauh lebih gelap mulai terbentuk.
Jaringan para korban
Pada awal 2000-an, beberapa remaja putri menuduh Epstein telah mengeksploitasi mereka secara seksual. Modus operandi seringkali sama: gadis-gadis muda, kadang-kadang di bawah umur, didekati dengan janji uang atau pekerjaan. Beberapa berbicara tentang “pijat” yang dengan cepat berubah menjadi pelecehan.
Kejadian berlangsung terutama di properti-propertinya di Florida, New York atau di pulau pribadinya di Kepulauan Virgin Amerika.
Pada bulan Juli 2019, Epstein ditangkap lagi di New York karena perdagangan seksual terhadap anak di bawah umur. Kali ini, penyelidikan federal menyebutkan puluhan korban dan sebuah sistem yang terorganisir selama bertahun-tahun.
#write2earn🌐💹 #Iran'sNewSupremeLeader #Trump'sCyberStrategy #JobsDataShock
