$SOL

SOL
SOL
97.62
+2.37%

$ADA

ADA
ADA
0.2162
-3.26%

$NEAR

NEAR
NEAR
1.927
-3.79%

Seorang pengusaha berusia 25 tahun dari daratan Tiongkok dilaporkan telah ditahan dan dipukuli di sebuah hotel di Hong Kong, dipaksa untuk menyerahkan kata sandi dompet crypto, yang mengakibatkan kerugian aset lebih dari 6 juta dolar Hong Kong (sekitar 680.000 USD), menurut laporan dari TVB News.

Menurut informasi dari polisi, korban telah bertemu dengan beberapa orang di hotel di kawasan Hung Hom untuk membahas transaksi jual beli perak. Namun, selama pertemuan, dia diserang dan ditangkap oleh empat pria yang berasal dari daratan Tiongkok.

Kelompok tersangka diduga telah memaksa korban untuk memberikan kata sandi dompet aset digital, kemudian mentransfer crypto senilai sekitar 680.000 USD. Tidak berhenti di situ, para pelaku melanjutkan ke perusahaan korban dan mengambil 42 kg perak.

Total kerugian dari insiden ini diperkirakan melebihi 6 juta HKD.

Pada pagi hari berikutnya, setelah dibebaskan, korban melaporkan kepada polisi. Ketika pihak berwenang tiba di lokasi di hotel, empat tersangka telah pergi.

Polisi melaporkan bahwa korban mengalami luka di wajah, kedua lengan, dan betis. Kasus ini sekarang diklasifikasikan sebagai 'penahanan ilegal' dan 'pemerasan', dengan tim penyelidik kejahatan berat dari area Kowloon City yang bertanggung jawab untuk menyelidiki.

Kasus ini sekali lagi menunjukkan risiko keamanan yang semakin meningkat bagi para pemegang aset digital, terutama dalam transaksi langsung di luar sistem keuangan tradisional.

Kasus pencurian yang menargetkan investor crypto meningkat di Hong Kong.

Kasus terbaru ini mencerminkan tren kejahatan yang menargetkan langsung para pemegang aset digital, alih-alih menyerang bursa. Bentuk ini sering disebut sebagai 'wrench attack' – ketika penyerang menggunakan kekerasan atau ancaman untuk memaksa korban mentransfer crypto atau memberikan kunci dompet.

Sebelumnya, Hong Kong juga mencatat banyak kasus serupa. Pada tahun 2024, seorang pemuda berusia 19 tahun telah dijebak ke sebuah kamar hotel dengan alasan transaksi crypto. Saat tiba, dia diserang oleh sekelompok orang dan dipaksa untuk menyerahkan uang sekitar 180.000 HKD yang diperolehnya dari transaksi aset digital.

Selain itu, laporan tentang kejahatan crypto menunjukkan bahwa pencurian yang menargetkan dompet pribadi semakin meningkat di seluruh dunia. Menurut data dari Chainalysis, lebih dari 23% dari total crypto yang dicuri pada tahun 2025 terkait dengan serangan langsung terhadap individu – termasuk penculikan atau pemaksaan untuk mendapatkan akses ke dompet aset digital.

Dalam konteks Hong Kong yang sedang berusaha menjadi pusat aset digital di Asia, para ahli berpendapat bahwa kejahatan semacam ini menimbulkan tantangan besar bagi keamanan investor. Banyak rekomendasi telah diajukan seperti menghindari transaksi langsung dengan orang asing, membatasi pengungkapan informasi tentang jumlah aset yang dimiliki, dan menggunakan solusi penyimpanan yang aman untuk mengurangi risiko menjadi target.