Hasil berita, 6 Maret, Emirates Airlines menyatakan bahwa mereka sedang pulih dari penutupan ruang udara yang disebabkan oleh konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan penghentian operasi selama seminggu, dan diperkirakan dalam beberapa hari ke depan semua rute penerbangan akan dipulihkan. Emirates Airlines dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat menyebutkan bahwa pemulihan kegiatan penerbangan komersial tergantung pada situasi pembukaan ruang udara dan pencapaian semua persyaratan operasional. Maskapai tersebut mengungkapkan bahwa pada hari Kamis telah mengangkut sekitar 30.000 penumpang keluar dari Dubai. Hingga 7 Maret, Emirates Airlines akan membuka 106 penerbangan pulang-pergi setiap hari, menghubungkan 83 tujuan, yang merupakan hampir 60% dari keseluruhan jaringan rute mereka. Sebelumnya, serangan balasan Iran memaksa Emirates menutup ruang udara, dan juga menyebabkan kerusakan struktural ringan di bandara internasional Dubai, yang merupakan hub maskapai ini, sehingga maskapai penerbangan flagship Dubai ini terpaksa membatalkan ribuan penerbangan dan terjebak dalam penghentian operasi.