🕊️ Berita geopolitik hari ini sangat berat dan mengkhawatirkan
Pada 28 Februari 2026, ketegangan di Timur Tengah telah mencapai tingkat baru: Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan serangan pencegahan bersama terhadap Iran yang menargetkan situs nuklir, fasilitas militer, dan pusat komando di Teheran, Isfahan, dan kota-kota lainnya.
Presiden Donald Trump mengumumkan "operasi tempur besar-besaran" untuk menetralkan ancaman Iran dan mempertimbangkan perubahan rezim.
Sebagai respons, Iran meluncurkan misil dan drone terhadap Israel (sirene dan tempat perlindungan diaktifkan) serta pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan seperti Al Udeid di Qatar, Al Dhafra di Uni Emirat Arab, dan bahkan pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Ledakan telah dilaporkan di beberapa kota Iran dan ruang udara ditutup di beberapa negara.
Di X, saksi mata melaporkan serangan udara intens di Bushehr dan Mehrabad, sementara personel AS di Qatar terkurung dan ancaman perluasan regional dengan Houthi dan aktor lainnya terasa.
Beberapa suara internasional, seperti menteri luar negeri Norwegia, mengutuk tindakan ini sebagai tidak sesuai dengan hukum internasional. Pasar bereaksi: kenaikan harga minyak, penurunan aset berisiko, dan kemungkinan besar serangan Iran di Qatar menurut beberapa sumber.
💔 Perasaan saya: sangat menyedihkan melihat warga sipil (anak-anak, keluarga...) terjebak di tengah permainan kekuasaan ini. Diplomasi telah gagal setelah kegagalan negosiasi nuklir dan risiko konflik yang lebih luas mengintai dengan dampak pada energi global, ekonomi, dan perdamaian.
🙏 Semoga seruan untuk ketenangan akan menang dan komunitas internasional akan bertindak untuk deeskalasi. Kehidupan manusia lebih berharga daripada kepentingan strategis apa pun. Pikiran untuk semua yang terdampak.🕊
Dengan baik ✨️🕊
#PATRICIABM 🙏🌹💖💫
Pada 28 Februari 2026, ketegangan di Timur Tengah telah mencapai tingkat baru: Amerika Serikat dan Israel telah meluncurkan serangan pencegahan bersama terhadap Iran yang menargetkan situs nuklir, fasilitas militer, dan pusat komando di Teheran, Isfahan, dan kota-kota lainnya.
Presiden Donald Trump mengumumkan "operasi tempur besar-besaran" untuk menetralkan ancaman Iran dan mempertimbangkan perubahan rezim.
Sebagai respons, Iran meluncurkan misil dan drone terhadap Israel (sirene dan tempat perlindungan diaktifkan) serta pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan seperti Al Udeid di Qatar, Al Dhafra di Uni Emirat Arab, dan bahkan pangkalan angkatan laut AS di Bahrain. Ledakan telah dilaporkan di beberapa kota Iran dan ruang udara ditutup di beberapa negara.
Di X, saksi mata melaporkan serangan udara intens di Bushehr dan Mehrabad, sementara personel AS di Qatar terkurung dan ancaman perluasan regional dengan Houthi dan aktor lainnya terasa.
Beberapa suara internasional, seperti menteri luar negeri Norwegia, mengutuk tindakan ini sebagai tidak sesuai dengan hukum internasional. Pasar bereaksi: kenaikan harga minyak, penurunan aset berisiko, dan kemungkinan besar serangan Iran di Qatar menurut beberapa sumber.
💔 Perasaan saya: sangat menyedihkan melihat warga sipil (anak-anak, keluarga...) terjebak di tengah permainan kekuasaan ini. Diplomasi telah gagal setelah kegagalan negosiasi nuklir dan risiko konflik yang lebih luas mengintai dengan dampak pada energi global, ekonomi, dan perdamaian.
🙏 Semoga seruan untuk ketenangan akan menang dan komunitas internasional akan bertindak untuk deeskalasi. Kehidupan manusia lebih berharga daripada kepentingan strategis apa pun. Pikiran untuk semua yang terdampak.🕊
Dengan baik ✨️🕊
#PATRICIABM 🙏🌹💖💫
