Memikirkan pasar melalui filosofi Ramadan
Menggunakan filosofi Ramadan untuk memikirkan pasar menyediakan perspektif yang melampaui analisis teknis murni. Ini melihat pasar sebagai cermin yang memantulkan sifat manusia, keinginan, kesabaran, dan kesadaran kolektif, bukan sekadar mesin naik turunnya harga. Praktik inti Ramadan—puasa (Sawm), disiplin, refleksi (Tafakkur), kemurahan hati (Zakat/Sadaqah), dan penyerahan kepada Allah (Tawakkul)—semua dapat langsung dipetakan ke aspek psikologi dan strategi dalam perdagangan dan investasi.
1. Puasa → Menahan Ketamakan dan FOMO (Fear Of Missing Out) Ramadan melalui puasa total dari fajar hingga senja melatih umat untuk mengendalikan keinginan yang paling mendasar (nafsu makan). "Kekosongan paksa" secara fisik ini sebenarnya sangat mirip dengan disiplin dalam perdagangan: