Banyak pemula yang bermain kontrak, mudah terjebak dalam lingkaran aneh: menghasilkan uang sedikit, kehilangan uang banyak.
Apa maksudnya? Artinya, kamu mungkin benar terus menerus 10 kali, setiap kali hanya mendapatkan sedikit, tetapi pada kali ke-11 menjadi serakah, atau tidak mau menjual ketika rugi (menahan posisi), hasilnya sekali saja semua yang diperoleh dari 10 kali sebelumnya hilang, bahkan harus menanggung kerugian pokok.
Sebenarnya, apakah bermain kontrak bisa menghasilkan uang, tidak tergantung pada berapa kali kamu 'tebak benar', tetapi pada satu prinsip yang lebih sederhana: uang yang kamu peroleh, dapatkah menutupi uang yang kamu rugi.
Inti dari prinsip ini adalah mengontrol rasio untung rugi dengan baik. Konsep ini terdengar profesional, tetapi sebenarnya sangat sederhana, pemula pun bisa dengan mudah memahaminya.
Pertama, pahami apa itu rasio untung rugi?
Yaitu: kamu merencanakan rugi berapa, untuk mendapatkan untung berapa?
Misalnya, kamu buat aturan: rugi 1, minimal harus untung 2 baru berhenti. Rasio 1:2 ini adalah yang paling dasar dan paling sesuai untuk pemula.
Selama kamu menjaga batas ini, kamu bisa menghindari 80% jebakan di pasar.
Bagaimana cara spesifiknya? Ingat tiga langkah ini:
Pertama, sebelum membuka posisi, tentukan 'aturan main', jangan tunggu sampai posisi terbuka baru berpikir.
Kesalahan yang paling sering dilakukan oleh pemula adalah setelah membeli, mata terpaku pada grafik K, emosi mengikuti naik turun, memutuskan untuk menjual atau tidak berdasarkan perasaan.
Cara yang benar adalah: sebelum melakukan order, atur posisi 'stop loss' dan 'take profit' dengan baik.
· Bagaimana cara mengatur? Lakukan sesuai dengan 1:2 secara ketat.
· Misalnya kamu menggunakan modal 3000U, untuk satu transaksi ini kamu rencanakan maksimum rugi 1%-2% (yaitu 30-60U).
· Jika demikian, target take profitmu seharusnya berada di 2%-4% (yaitu 60-120U).
· Setelah diatur, jangan diubah, jangan sesekali merasa 'bisa naik' lalu mengatur take profit lebih tinggi, juga jangan berpikir 'tunggu sebentar' lalu tidak melakukan stop loss.
Kedua, saat sudah mencapai posisi, lakukan eksekusi, jangan terjebak dalam perasaan dengan pasar.
· Jika stop loss terpicu (rugi): Tanpa ragu, segera jual. Jangan menahan posisi, jangan berharap 'nanti bisa naik kembali'. Kerugian ini sudah terjadi, terima kalah dan tunggu kesempatan berikutnya.
· Jika take profit terpicu (untung): Saat ini bisa sedikit lebih fleksibel. Bisa jual setengah, masukkan keuntungan ke dalam saku. Setengah yang tersisa, geser harga stop loss ke atas ke harga pokokmu (yaitu harga saat kamu membeli). Dengan begitu, posisi yang tersisa tidak akan terlalu menyakitkan jika turun (maksimal tidak untung), tetapi jika terus naik, kamu masih bisa dapat sedikit lebih banyak. Ini disebut 'biarkan keuntungan terbang sejenak', sambil menjaga modal.
Ketiga, kendalikan tanganmu, jangan sampai rasio untung rugi hancur.
Banyak pemula justru melakukan sebaliknya: mendapatkan untung 10, takut turun, segera lari; rugi 10, malah terus bertahan, berharap bisa kembali, hasilnya rugi sampai 50, 100 baru rela keluar. Ini membuat rasio untung rugi menjadi 1:5 (untung 1 rugi 5), benar-benar tindakan yang salah.
Ingat satu kalimat: Lebih baik tidak untung, daripada rugi besar.
· Jika pasar tidak mencapai titik take profit mu dan berbalik turun, selama tidak melanggar harga pokokmu, kamu bisa tunggu sebentar.
· Tetapi begitu harga melanggar harga pokok (meskipun hanya rugi 0.5%), segera jual. Jangan berharap 'siapa tahu bisa naik kembali', karena sedikit harapan ini sering kali adalah awal dari kerugian yang semakin besar.
Akhirnya, bisa sedikit fleksibel, tetapi batas bawah tidak boleh dilanggar.
1:2 adalah payung perlindungan untuk pemula. Setelah kamu mahir, kamu bisa sedikit menyesuaikan sesuai keadaan:
· Tren pasar sangat jelas, terasa kemungkinan besar bisa naik signifikan, kamu bisa mengatur rasio untung rugi menjadi 1:3 (rugi 1 untung 3).
· Jika pasar bergerak sideways, tidak naik dan tidak turun, kamu bisa menurunkan target, misalnya 1:1.5, pastikan tidak rugi adalah yang utama.
Pemula mengendalikan rasio untung rugi, inti dari ini adalah 'menjaga aturan, melawan naluri'.
Meski kamu memperkirakan naik turun hanya 50% peluang menang (seperti melempar koin), selama kamu bisa mempertahankan rasio 1:2, maka jika kamu rugi sekali (rugi 1), untung dua kali (masing-masing untung 2), secara keseluruhan kamu tetap untung (1+2-1=2? Sebenarnya untung 2 rugi 1, bersih untung 1).
Jangan serakah, jangan menahan posisi, jangan terlalu emosi, pemula pun bisa berdiri kokoh di pasar kontrak dengan aturan sederhana ini.

