Amerika Serikat yang merupakan ekonomi terbesar di dunia, telah meminjam uang dan Secara historis, ketika jumlah utang yang besar jatuh tempo, pemerintah menghadapi pilihan sulit dalam
▪️menaikkan pajak
▪️memotong belanja
▪️meminjam lebih banyak lagi.
Setiap opsi memiliki efek berantai di pasar…saham dapat goyah, suku bunga mungkin melonjak dan inflasi bisa muncul kembali
Sekarang, apa artinya ini untuk crypto?

🔸Lindungi Terhadap Inflasi:
Ketika pemerintah mencetak uang untuk memperbarui utang, mata uang tradisional dapat kehilangan nilai. Crypto, terutama $BTC , memiliki pasokan terbatas, menjadikannya sebagai lindung nilai yang menarik bagi investor yang takut akan devaluasi dolar
🔸Volatilitas Pasar:
Jatuh tempo utang yang besar sering mengguncang pasar tradisional. Crypto bisa mendapat manfaat saat investor mencari alternatif penyimpanan nilai, atau mengalami penurunan jangka pendek saat kepanikan menyebar.
🔸 Tekanan Adopsi Institusional:
Saat pemerintah mengatur utang dan kebijakan moneter, institusi mungkin lebih serius mengeksplorasi eksposur crypto, Kenapa? Untuk mendiversifikasi portofolio di luar fiat dan aset tradisional, melindungi terhadap risiko sistemik.
🔸 Potensi Intervensi Kebijakan:
Utang besar mungkin mendorong pemerintah untuk mengatur atau mengenakan pajak #crypto secara berbeda, terutama jika mereka melihatnya sebagai ancaman terhadap kontrol moneter.
Dan menurut saya, tahun 2026 ini bukan hanya tahun di kalender... ini adalah titik balik potensial untuk keuangan global.
Peran crypto sebagai aset alternatif yang terdesentralisasi bisa menguat, tetapi jalannya akan bergelombang.
Bagi para penggemar crypto, peristiwa makro ini bisa menentukan gelombang adopsi, inovasi, dan pergerakan pasar selanjutnya.
Jadi, perhatikan jatuh tempo utang, perubahan suku bunga, dan sinyal inflasi.
Ikuti saya dan aktifkan notifikasi 🔔
