Mengapa Harga Emas dan Perak Meningkat
Salah satu faktor kunci yang mendukung logam mulia adalah melemahnya dolar AS, yang jatuh ke level terendah hampir dua minggu. Ini membuat emas dan perak yang dinyatakan dalam dolar menjadi lebih menarik bagi investor asing.
Dukungan tambahan untuk pasar datang dari penurunan imbal hasil Treasury AS 10 tahun, yang jatuh ke level terendah hampir satu bulan setelah data penjualan ritel AS yang lemah. Imbal hasil yang lebih rendah mengurangi biaya peluang dari memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
Investor juga memfokuskan perhatian pada laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja AS, yang mungkin menunjukkan perlambatan dalam penciptaan pekerjaan. Gaji non-pertanian diperkirakan akan meningkat sebesar 70.000, dan tingkat pengangguran akan tetap di 4,4%, meskipun pertumbuhan upah mungkin melambat.
Selain itu, revisi terhadap data ketenagakerjaan tahunan diharapkan, yang dapat menunjukkan bahwa ekonomi AS menciptakan jauh lebih sedikit pekerjaan daripada yang diperkirakan sebelumnya. Ini memperburuk ekspektasi pemotongan suku bunga Fed lebih lanjut, yang secara tradisional mendukung harga logam mulia.
Dalam konteks ini, pasar memperkirakan setidaknya dua pemotongan suku bunga Fed pada tahun 2026. Di tengah kebijakan moneter yang lebih akomodatif, emas dan perak mempertahankan statusnya sebagai aset safe haven dan tetap menarik bagi investor.
Ingat bahwa harga emas baru-baru ini melampaui $5.000 per ons lagi, saat investor kembali ke pasar setelah volatilitas tajam dan penurunan signifikan di akhir Januari.
$XAU

