Di Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, ekonom dan pemimpin bisnis terkemuka memperingatkan bahwa polusi udara yang parah di India tidak lagi hanya krisis kesehatan tetapi juga menjadi beban makroekonomi utama yang menimbulkan ancaman yang lebih besar terhadap keuntungan perusahaan jangka panjang dibandingkan dengan tarif perdagangan global. Laporan terbaru dari musim pendapatan 2025–2026 menunjukkan bahwa gangguan terkait polusi secara langsung mengompresi margin di berbagai sektor.
Penggerak Utama Erosi Keuntungan
"Musim kabut" (biasanya November–Januari) telah menjadi periode ketidakefisienan ekonomi yang berulang, berdampak pada bisnis melalui beberapa saluran:
Penurunan Jumlah Pengunjung Konsumen: Peritel di pusat-pusat utama seperti Delhi dan Mumbai melaporkan kerugian pendapatan yang signifikan selama bulan-bulan polusi puncak. Sebagai contoh, jaringan ritel Shoppers Stop mencatat penurunan lalu lintas pengunjung di India Utara akibat kualitas udara yang berbahaya."#Write2Earn @EthiocoinGiram1 #BinanceBitcoinSAFUFund