1. Jangan Pernah Menggunakan Leverage Maksimum
Tetap pada leverage rendah (1x-3x) terutama jika Anda seorang pemula.
Leverage yang lebih tinggi = Risiko yang lebih tinggi.
10x atau lebih sangat berisiko kecuali Anda seorang scalper ahli.
---
2. Selalu Gunakan Stop-Loss
Jangan pernah masuk ke perdagangan tanpa menetapkan Stop-Loss (SL).
SL membatasi kerugian Anda secara otomatis.
Tempatkan SL berdasarkan level teknis, bukan emosi.
---
3. Manajemen Risiko yang Tepat
Risiko hanya 1-2% dari total modal Anda per perdagangan.
Jangan bertaruh habis-habisan.
Contoh: Jika Anda memiliki $1,000, risikokan hanya $10-$20 per perdagangan.
---
4. Hindari Cross Margin Jika Memungkinkan
Gunakan Isolated Margin daripada Cross Margin.
Isolated Margin membatasi kerugian hanya pada perdagangan itu.
Cross Margin bisa menguras seluruh saldo Anda jika perdagangan berjalan salah.
---
5. Jangan Mengejar Kerugian
Jangan pernah melakukan perdagangan balas dendam.
Terima kerugian dengan tenang dan tunggu peluang jelas berikutnya.
---
6. Ikuti Rencana Perdagangan
Selalu rencanakan masuk Anda, ambil keuntungan (TP), dan stop loss (SL) sebelum masuk.
Jangan berdagang secara emosional atau berdasarkan FOMO (Ketakutan Akan Kehilangan).
---
7. Gunakan Ukuran Posisi yang Lebih Kecil
Jangan gunakan seluruh saldo Anda pada satu perdagangan.
Ukuran yang lebih kecil = Ruang lebih untuk mengelola risiko.
---
8. Pembelajaran Berkelanjutan
Pelajari analisis teknis & manajemen risiko.
Tonton trader profesional tetapi jangan menyalin perdagangan secara membabi buta.
Backtest strategi Anda.
---
9. Bersabarlah
Tunggu setup dengan probabilitas tinggi.
Pasar selalu ada — tidak perlu terburu-buru.
---
10. Terima Kerugian sebagai Bagian dari Perdagangan
Tidak ada trader yang menang 100% dari waktu.
Melindungi modal Anda lebih penting daripada mendapatkan uang cepat.
---
Apakah Anda ingin saya menyiapkan rencana manajemen risiko atau template strategi perdagangan untuk Anda?