#CryptoIntegration

Google mengeluarkan aturan baru Play Store tentang dompet crypto. Pada awalnya, mereka mengatakan SEMUA dompet (kustodian + non-kustodian) perlu lisensi pemerintah di pasar besar seperti AS, UE, dan Inggris.

Para pengembang crypto menjadi gila 😡, berkata:

"Dompet non-kustodian tidak menyimpan dana pengguna, mengapa mereka perlu lisensi?"

"Ini membunuh inovasi sumber terbuka!"

🔥 Reaksi Balik Berhasil

Setelah tekanan, Google muncul untuk menjelaskan:

👉 Dompet non-kustodian (seperti MetaMask, Trust Wallet, Phantom, dll. di mana Anda menyimpan kunci Anda) adalah AMAN. Tidak perlu lisensi. ✅

👉 Dompet kustodian (seperti Coinbase Wallet, Binance Custody, di mana perusahaan menyimpan crypto Anda) → masih perlu lisensi berdasarkan hukum lokal. 🏦

📅 Tanggal Penting

Aturan baru mulai berlaku pada 29 Oktober 2025.

Beberapa pengembang sudah terkena penghapusan aplikasi sementara Google menyelesaikan masalah 😬.

⚖️ Rincian Cepat

🔓 Non-kustodian = Bebas. Tidak perlu lisensi.

🔒 Kustodian = Harus mengikuti aturan ketat (FinCEN di AS, MiCA di UE, dll.).

🤔 Dompet campuran (dengan on-ramps, tautan fiat, kustodi sebagian) = Masih area abu-abu.

💡 Apa Artinya

Bagi pengembang: Jika aplikasi Anda adalah self-custody → Anda baik-baik saja. Jika tidak → dapatkan lisensi tersebut.

Bagi pengguna: Dompet non-kustodian favorit Anda tetap ada di Play Store. Beberapa yang terpusat mungkin menghilang jika mereka tidak dapat mendapatkan lisensi.

Jadi pada dasarnya 👉 Google melakukan "langkah menakutkan," komunitas menolak dengan keras, dan sekarang dompet non-kustodian aman sementara dompet kustodian menghadapi birokrasi. 🏁