Di kanan hidup dari menjual ketakutan dan janji kosong, selalu membela hak istimewa segelintir orang sambil berpura-pura peduli pada rakyat. Sedangkan di kiri, dengan semua cacatnya, setidaknya menempatkan martabat manusia, inklusi, dan keadilan sosial di pusat perdebatan. Dialah yang berjuang agar pekerja memiliki suara, agar pendidikan dan kesehatan menjadi hak, bukan komoditas, dan agar negara maju ke depan tanpa tunduk pada kepentingan elit dan terbelakang.