#PowellVsTrump
Perseteruan antara Presiden AS Donald Trump dan Ketua Federal Reserve Jerome Powell berfokus pada frustrasi Trump terhadap keputusan kebijakan moneter Powell, terutama terkait suku bunga. Trump telah berulang kali menyatakan ketidakpuasan terhadap Powell, bahkan menyarankan bahwa ia mungkin akan memecatnya. Berikut adalah yang sedang terjadi ¹ ²:
- *Mengapa Trump kesal*: Trump ingin suku bunga yang lebih rendah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, sementara Powell mempertahankan sikap hati-hati, dengan menyebutkan ketidakpastian dari ketegangan perdagangan global dan tekanan inflasi.
- *Bisakah Trump memecat Powell?*: Secara teknis, itu tidak sederhana. Presiden hanya dapat memecat Ketua Fed "atas alasan tertentu," seperti pelanggaran atau kesalahan. Pengadilan juga telah campur tangan untuk melindungi independensi Federal Reserve.
- *Masa jabatan Powell*: Masa jabatan Powell saat ini sebagai Ketua berakhir pada Mei 2026, tetapi posisinya sebagai gubernur Fed berlanjut hingga 2028. Trump dapat memilih untuk tidak memperpanjang peran kepemimpinan Powell atau menunjuk seseorang yang lebih sejalan dengan visinya tentang ekonomi.
- *Dampak pasar*: Memecat Powell kemungkinan akan memicu kekacauan pasar global, yang berpotensi meningkatkan inflasi, merugikan lapangan kerja, dan menurunkan kepercayaan pada lembaga-lembaga AS.
- *Dukungan untuk Powell*: Beberapa tokoh terkemuka, termasuk Senator Demokrat Elizabeth Warren dan Presiden ECB Christine Lagarde, telah menyatakan dukungan untuk independensi Powell dan memperingatkan terhadap upaya Trump untuk menekannya.

Beberapa pernyataan kunci dari pihak-pihak yang terlibat:
- *Trump*: "Pemecatan Powell tidak dapat datang cukup cepat," tulis Trump di Truth Social.
- *Powell*: "Kami tidak dapat dipecat kecuali ada alasan. Kami menjalani masa jabatan yang sangat panjang, tampaknya tanpa akhir."
- *Warren*: "Jika Ketua Powell dapat dipecat oleh presiden Amerika Serikat, itu akan menghancurkan pasar di Amerika Serikat."