1.

Apa itu rata-rata bergerak?

Rata-rata bergerak adalah indikator saham yang biasa digunakan dalam analisis teknis yang membantu menciptakan harga rata-rata yang terus diperbarui.​

Memiliki pemahaman yang jelas tentang rata-rata pergerakan (MA) sangat penting untuk lebih memahami persilangan emas dan persilangan kematian. Biasanya, rata-rata pergerakan dihitung untuk menentukan arah tren suatu aset atau untuk menentukan level support dan resistance.

MA adalah indikator teknis yang mengacu pada harga rata-rata suatu aset tertentu selama periode tertentu. MA menunjukkan apakah suatu aset bergerak ke arah bullish (positif, naik) atau bearish (negatif, turun).​

MA memberikan sinyal yang berguna saat memperdagangkan grafik mata uang kripto secara real-time. Nilai ini juga dapat disesuaikan ke periode yang berbeda, misalnya periode 10, 20, 50, 100, atau 200 hari. Periode-periode ini menyoroti tren pasar, sehingga mudah diidentifikasi.​

Trader juga menggunakan berbagai jenis MA. Yang pertama adalah simple moving average (SMA), yang membagi harga rata-rata suatu aset selama periode tertentu dengan jumlah total periode.

Yang lainnya adalah rata-rata pergerakan tertimbang, yang, seperti namanya, memberikan bobot lebih pada harga terkini. Hal ini membuat nilainya lebih mencerminkan perubahan terkini di pasar. Sebaliknya, rata-rata pergerakan eksponensial, meskipun memberi bobot lebih pada harga terkini, tidak sejalan dengan tingkat penurunan antara harga tertentu dan harga sebelumnya.

Rata-rata pergerakan, juga dikenal sebagai “indikator lagging”, didasarkan pada harga historis. Pedagang menggunakan MA sebagai sinyal untuk memandu mereka dalam membeli dan menjual aset, dengan periode 50 hari dan 200 hari menjadi periode yang paling diperhatikan oleh pedagang kripto.

2.

Apa itu Salib Emas?

Yang disebut "golden cross" terjadi ketika MA jangka pendek dan MA jangka panjang utama berpotongan ke atas. Salib emas menunjukkan kenaikan harga dan tren kenaikan di pasar.

MA jangka pendek bergerak ke atas jauh lebih cepat dibandingkan MA jangka panjang hingga kondisi pasar mendorong keduanya untuk bersilangan. Dalam kasus rata-rata pergerakan sederhana, persilangan emas terjadi ketika SMA 50 hari melintasi di atas SMA 200 hari, menunjukkan tren naik yang terkonfirmasi.

Pola Golden Cross biasanya dibagi menjadi tiga fase. Ketika penjualan habis, biasanya ini menandai akhir dari tren turun dan karenanya merupakan awal dari sebuah salib emas. Fase selanjutnya adalah saat MA jangka pendek melintasi MA jangka panjang. Fase ini diikuti oleh fase terakhir, yang ditandai dengan tren kenaikan berkelanjutan yang biasanya mengakibatkan harga lebih tinggi.​

Tidak ada dua salib emas yang persis sama, namun ketiga fase ini seringkali merupakan peristiwa unik yang menandai terjadinya salib emas. Mari kita pahami setiap tahap lebih detail.

Pada fase pertama, pembeli mengendalikan tren turun. Kelemahan jangka pendek pada rata-rata pergerakan 50 hari menandakan awal dari sebuah persilangan emas. Hal ini karena kekuatan yang dihasilkan biasanya datang dari pembeli yang mulai mengambil kendali sementara penjual jangka pendek mulai kehabisan tenaga.

Grafik tersebut berada pada titik stabil, dengan pembeli mendorong harga lebih tinggi karena mereka mencoba untuk mendapatkan kendali. Momentum yang dihasilkan secara bertahap mendorong EMA 50 hari ke atas EMA 200 hari, dan pada titik ini kedua siklus bersilangan. Ketika EMA 50 hari melintasi di atas EMA 200 hari, trader sering kali waspada untuk menentukan apakah tren naik sedang terjadi atau ini hanya alarm palsu.

Fase terakhir terjadi ketika EMA 50 hari terus naik, menunjukkan momentum. Hal ini juga sering kali menyebabkan pembelian berlebih, meskipun hanya dalam waktu singkat.

3.

Apakah Salib Kematian itu?

Berbeda dengan salib emas, salib kematian melibatkan persilangan MA ke bawah. Ini menandakan penurunan pasar yang jelas dan biasanya terjadi ketika MA jangka pendek mengalami tren menurun, melintasi MA jangka panjang.​

Singkatnya, ini adalah kebalikan dari Salib Emas. Death cross sering diartikan sebagai sinyal bearish. Rata-rata pergerakan 50 hari biasanya melintasi di bawah rata-rata pergerakan 200 hari, yang menunjukkan tren turun.

Tiga tahap menandai salib kematian. Yang pertama terjadi selama tren naik ketika MA jangka pendek tetap berada di atas MA jangka panjang. Fase kedua ditandai dengan pembalikan, di mana rata-rata pergerakan jangka pendek melintasi di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang. Hal ini diikuti dengan dimulainya tren turun, karena rata-rata pergerakan jangka pendek terus bergerak ke bawah, tetap berada di bawah rata-rata pergerakan jangka panjang.​

Seperti salib emas, tidak ada dua salib kematian yang sama, namun indikator spesifik menunjukkan kemunculannya. Setiap tahapan Death Cross dirinci di sini. Tahap pertama dari death cross biasanya ditandai dengan aset dalam tren naik. Hal ini diikuti oleh melemahnya EMA 50 hari, tanda pertama bahwa tren bearish mungkin akan terjadi. MA jangka pendek menyimpang dari MA jangka panjang karena harga mulai turun setelah mencapai puncaknya.

Fase kedua melihat EMA 50 hari melintasi di bawah EMA 200 hari. Ini adalah poin penting karena menunjukkan bahwa aset mungkin sedang memasuki tren turun. Ketika harga terus turun, perbedaan antara kedua MA menjadi lebih jelas. Pada tahap ini, salib kematian mulai terbentuk dengan lebih jelas.

Fase terakhir ditandai dengan rata-rata pergerakan 50 hari yang melanjutkan tren penurunannya di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Hal ini menunjukkan bahwa tren turun memang sedang berlangsung. Death cross sering kali menyebabkan tekanan jual lebih lanjut karena pedagang menutup posisi untuk mengantisipasi penurunan harga lebih lanjut.

Namun, jika tren turun tidak berlanjut, hal ini mungkin berarti bahwa momentum tersebut berumur pendek dan harga akan rebound dengan cepat, dalam hal ini death cross dianggap sebagai sinyal yang salah.

4.

Apa perbedaan antara salib emas dan salib kematian?

Perbedaan utama antara Golden Cross dan Death Cross adalah yang pertama menunjukkan tren naik sedangkan yang kedua menunjukkan tren turun.​

Seperti disebutkan sebelumnya, keduanya pada dasarnya berlawanan dalam hal kemunculannya di grafik dan sinyal yang dikirimkannya. Karena MA merupakan indikator lagging, maka kedua persilangan tersebut hanya digunakan untuk mengkonfirmasi terjadinya pembalikan tren, bukan untuk memprediksinya. Oleh karena itu, indikator ini sebaiknya digunakan bersama dengan indikator teknis lainnya untuk lebih memahami kondisi pasar.

Golden cross dan death cross biasanya dikonfirmasi oleh volume perdagangan yang tinggi. Indikator teknikal lain yang mungkin menjadi fokus para analis adalah Moving Average Convergence Divergence dan Relative Strength Index.

Persilangan kematian sering kali menandai awal dari pasar bearish jangka panjang, tidak hanya di pasar mata uang kripto tetapi juga di pasar saham secara keseluruhan. Death cross menandai datangnya krisis ekonomi besar di masa lalu, seperti jatuhnya pasar saham Black Monday pada tahun 1929 dan krisis keuangan tahun 2008.​

Meskipun demikian, salib kematian juga dapat mewakili sinyal palsu dan tidak 100% akurat. Misalnya, ada contoh pasar yang pulih setelah death cross.

Di sisi lain, salib emas menandakan datangnya pasar bullish jangka panjang. Namun, meskipun memiliki kekuatan prediksi yang jelas dalam memprediksi pasar bullish yang besar sebelumnya, persilangan emas (golden cross) juga dapat menghasilkan sinyal palsu.

5.

Bagaimana trader menggunakan salib emas dan salib kematian dalam strategi trading mereka?

Pedagang biasanya membeli pada saat salib emas dan menjual pada saat salib kematian.​

Pedagang yang berbeda memiliki pendekatan berbeda terhadap sinyal persilangan. Beberapa pedagang mungkin menunggu konfirmasi salib emas atau salib kematian sebelum memasuki atau keluar dari perdagangan. Orang lain mungkin menggunakan perpotongan ini sebagai sinyal konfirmasi bersama dengan indikator teknis lainnya.

Namun secara umum, salib emas dan salib kematian dapat digunakan sebagai sinyal pembalikan tren. Jika pedagang melihat salib emas terbentuk, mereka mungkin membeli aset tersebut untuk mengantisipasi kenaikan harga. Demikian pula, jika pedagang melihat death cross terbentuk, mereka mungkin menjual aset tersebut untuk mengantisipasi penurunan harga.

Tentu saja, selalu berhati-hati saat memperdagangkan sinyal persilangan, karena mengikutinya secara membabi buta dapat menyebabkan kerugian. Seperti disebutkan sebelumnya, sinyal palsu dapat terjadi dan penting untuk mengkonfirmasi sinyal silang dengan indikator teknis lainnya sebelum memasuki suatu posisi.

Trader berpengalaman juga tahu cara melihat gambaran besarnya dan mempertimbangkan banyak hal. Misalnya, salib emas dapat terjadi pada kerangka waktu per jam, namun memperkecil tampilan untuk melihat kerangka waktu harian atau mingguan dapat menunjukkan bahwa salib kematian sebenarnya sedang terjadi.

Volume juga merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan saat memperdagangkan sinyal persilangan, karena lonjakan volume dapat mengkonfirmasi atau menolak validitas suatu sinyal.