#TrumpTariffs Saat ini, kebijakan tarif Donald Trump ditandai dengan pendekatan proteksionis dan telah melihat implementasi beberapa tarif signifikan, dengan lebih banyak perubahan yang akan datang. Berikut adalah ringkasan:
Tarif Saat Ini dan yang Akan Datang:
* Tarif universal: Trump telah menyatakan niatnya untuk menerapkan tarif universal sebesar 10% pada hampir semua negara dan wilayah yang mengekspor ke Amerika Serikat, kecuali jika perjanjian perdagangan khusus dicapai. Langkah ini mulai berlaku pada 5 April 2025.
* Baja dan Aluminium: Tarif untuk baja dan aluminium meningkat menjadi 50%.
* Mobil: Dikenakan tarif sebesar 25% untuk impor mobil yang dirakit dan direncanakan untuk menerapkan tarif pada komponen dan suku cadang utama.
* Vietnam: Baru-baru ini, perjanjian perdagangan baru ditandatangani dengan Vietnam yang menetapkan tarif sebesar 20% atas produk yang diimpor langsung dari negara tersebut, dan 40% atas barang-barang Vietnam yang tiba di AS melalui negara ketiga. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat akan mendapatkan "akses penuh" ke pasar Vietnam. Sebelumnya, Vietnam menghadapi beban tarif sebesar 46%.
* Negara-negara BRICS: Trump telah memperingatkan bahwa ia akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% pada semua negara yang sejalan dengan kebijakan BRICS, mulai 1 Agustus 2025.
* Negosiasi dan tenggat waktu: Banyak tarif yang diumumkan pada April 2025 (seperti tarif dasar sebesar 10% dan biaya tambahan untuk beberapa negara) ditangguhkan sementara selama 90 hari untuk memungkinkan negosiasi. Periode penangguhan ini berakhir pada 9 Juli 2025. Sekretaris Perbendaharaan, Scott Bessent, telah menyatakan bahwa tarif yang ditangguhkan akan dipulihkan ke tingkat sebelumnya (lebih tinggi) mulai 1 Agustus jika tidak ada perjanjian bilateral yang ditutup. Amerika Serikat telah menyelesaikan perjanjian dengan Inggris dan Vietnam.
Dampak Ekonomi:
* Perlambatan pertumbuhan global: Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan bahwa ekonomi global akan tumbuh sebesar 2,8% pada 2025, terhambat