🚨 Trump vs. Musk: Sarung Tangan Telah Lepas — Tuduhan Narkoba, Dampak Politik, dan Langkah Kekuasaan
Aliansi yang pernah penuh rasa ingin tahu antara Donald Trump dan Elon Musk telah resmi runtuh — dan ini terjadi di panggung publik. Dalam pengakuan yang mengejutkan, #TRUMP telah mengonfirmasi kebocoran klaim tentang dugaan penggunaan narkoba Musk kepada The New York Times, mengubah perang dingin mereka menjadi perseteruan terbuka.
📰 Menurut jurnalis politik veteran Michael Wolff, Trump tidak ragu untuk mengambil kredit:
> “Kami memberi informasi kepada The New York Times tentang penggunaan narkoba Elon.”
Laporan NYT tersebut, yang diterbitkan pada Mei 2024, menyebutkan dugaan penggunaan ketamin, MDMA, jamur psikedelik, dan Adderall oleh Musk, yang menimbulkan kekhawatiran di dalam Tesla dan SpaceX tentang bagaimana hal itu dapat mempengaruhi kepemimpinannya. Musk dengan cepat membantah tuduhan tersebut, bahkan memposting hasil tes narkoba negatif di X — tetapi kerusakan telah terjadi.
⚡ Sebuah Perpecahan yang Menandakan Lebih dari Drama Pribadi
Ini lebih dari sekadar benturan kepribadian. Ini mencerminkan perpecahan politik dan ekonomi yang lebih dalam.
Musk semakin kritis terhadap kebijakan fiskal Partai Republik, menyerukan pengeluaran pemerintah yang berlebihan.
Trump merespons di Truth Social, tidak hanya menanggapi kritik Musk tetapi juga melontarkan sindiran terhadap warisan Afrika Selatan-nya.
Musk telah mengemukakan ide untuk meluncurkan gerakan pihak ketiga baru — “Partai Amerika” — dengan fondasi yang cenderung libertarian dan konservatif secara fiskal yang bertujuan untuk mengganggu pemilihan 2024.
💥 Apa Artinya bagi Pasar dan Dinamika Kekuasaan
Dengan Trump mengincar kembali ke kantor dan Musk semakin keras dalam komentar politik, perseteruan ini dapat memiliki implikasi nyata untuk regulasi, inovasi, dan sentimen investor — terutama di industri seperti kripto, AI, dan teknologi luar angkasa, di mana keduanya memiliki pengaruh yang besar.
Ini bukan hanya dua miliarder yang berseteru. Ini adalah sekilas ke dalam perjuangan kekuasaan antara institusi politik dan kekaisaran teknologi yang muncul, dan mungkin akan membentuk kembali bagaimana para pemimpin bisnis terlibat dalam politik AS ke depan.

