#美联储FOMC会议

Hingga pertemuan FOMC pada 17-18 Juni, Federal Reserve mempertahankan suku bunga dana federal di 4,25%-4,50%, melanjutkan tren suku bunga kebijakan tinggi sejak akhir 2023. Alasan utamanya termasuk: inflasi yang masih tinggi (dipengaruhi oleh tarif dan fluktuasi harga minyak), peningkatan risiko geopolitik, serta pertumbuhan ekonomi yang tidak stabil, membuat Federal Reserve tetap hati-hati dalam menentukan waktu penurunan suku bunga.

Pernyataan kebijakan dan proyeksi ekonomi (dot-plot) menunjukkan bahwa komite memperkirakan kemungkinan hanya akan menurunkan suku bunga sekali tahun ini, dengan perkiraan jendela penurunan suku bunga paling awal jatuh pada bulan September atau lebih lambat. Ketua Federal Reserve Jerome Powell menekankan akan terus memantau perkembangan kebijakan perdagangan dan ekspektasi inflasi, dan tidak berniat untuk terburu-buru beralih karena tekanan jangka pendek.

Bagi pasar, ini berarti likuiditas jangka menengah tetap dalam gaya netral yang ketat: pasar saham dan aset kripto mungkin dibatasi hingga sinyal penurunan suku bunga yang jelas muncul. Jika risiko perdagangan dan Timur Tengah menurun di masa depan, serta inflasi stabil, akan membuka ruang lebih lanjut untuk penurunan suku bunga. Untuk pasar kripto, perhatikan nada pernyataan Federal Reserve selanjutnya, terutama penilaian inflasi dan risiko geopolitik, sebagai dasar penting untuk menentukan gelombang pasar berikutnya.