#TrumpTariffs :

Berita terbaru tentang "Tarif Trump" (awal Juni 2025) menunjukkan pelaksanaan yang berlanjut meskipun ada tantangan hukum. Sebuah pengadilan banding federal baru-baru ini menangguhkan putusan pengadilan yang lebih rendah yang menganggap beberapa tarif, seperti yang berlaku untuk barang terkait fentanyl dan tarif timbal balik, ilegal. Ini memungkinkan pemerintahan untuk terus mengumpulkan tarif tersebut sementara proses banding dipercepat.

Negosiasi dengan China dilaporkan telah menghasilkan kesepakatan yang menetapkan tarif AS pada impor China sebesar 55% (termasuk bea yang ada) dan tarif China pada barang AS sebesar 10%, bersamaan dengan kesepakatan tentang mineral tanah jarang. Tarif untuk baja dan aluminium dilaporkan telah dua kali lipat menjadi 50% untuk sebagian besar negara.

Secara ekonomi, tarif baru belum berdampak signifikan pada inflasi AS, tetapi analis memperingatkan kemungkinan peningkatan harga jangka panjang dan gangguan pada rantai pasokan global. Secara keseluruhan, kebijakan perdagangan pemerintahan Trump tetap fokus pada penggunaan tarif sebagai alat untuk keuntungan dan proteksionisme.