Indikator Breakout yang saya tulis didasarkan pada teori Dow, yaitu puncak lebih tinggi dari puncak sebelumnya, dasar lebih tinggi dari dasar sebelumnya adalah sinyal dimulainya sebuah tren naik.
Puncak yang saya sebut sebagai swing, dalam gelombang naik itu adalah swing high, harus memenuhi syarat bahwa itu adalah puncak, lebih tinggi dari daerah sekitarnya, secara spesifik saya sedang mengatur lebih tinggi dari 4 lilin sebelumnya dan 4 lilin setelahnya, untuk membentuk suatu bentuk seperti puncak gunung. Ketika harga di kaki gunung naik dan menutup melewati puncak gunung swing high, maka itu pada dasarnya adalah model teori Dow, sebuah model yang tak tergoyahkan dalam trading selama ratusan tahun.
Ketika harga sudah breakout, akan muncul sebuah panah hijau kecil di lilin breakout tersebut. Dan Stoploss adalah dasar dari kumpulan lilin terdekat, entry berada di sekitar daerah swing high yang telah dilampaui. Segala sesuatunya sangat jelas. Sedangkan cara penggunaannya, teman-teman bisa berimprovisasi, seperti teori Dow yang merupakan sumber dari banyak metode di pasar.
Artikel berbagi tentang indikator di artikel sebelumnya:
Puncak yang saya sebut sebagai swing, dalam gelombang naik itu adalah swing high, harus memenuhi syarat bahwa itu adalah puncak, lebih tinggi dari daerah sekitarnya, secara spesifik saya sedang mengatur lebih tinggi dari 4 lilin sebelumnya dan 4 lilin setelahnya, untuk membentuk suatu bentuk seperti puncak gunung. Ketika harga di kaki gunung naik dan menutup melewati puncak gunung swing high, maka itu pada dasarnya adalah model teori Dow, sebuah model yang tak tergoyahkan dalam trading selama ratusan tahun.
Ketika harga sudah breakout, akan muncul sebuah panah hijau kecil di lilin breakout tersebut. Dan Stoploss adalah dasar dari kumpulan lilin terdekat, entry berada di sekitar daerah swing high yang telah dilampaui. Segala sesuatunya sangat jelas. Sedangkan cara penggunaannya, teman-teman bisa berimprovisasi, seperti teori Dow yang merupakan sumber dari banyak metode di pasar.
Artikel berbagi tentang indikator di artikel sebelumnya: