DARI KEAJAIBAN KE DERITA
#BTC

Pada tahun 2025, Michel Dupont, seorang petani Prancis berusia 52 tahun, menemukan 150 ton emas senilai €4 miliar di properti Auvergne-nya, tetapi hukum Prancis, yang mengklaim sumber daya bawah tanah, membatasi klaimnya hanya pada kompensasi minimal, memicu perdebatan hukum dan lingkungan.
Temuan ini sejalan dengan Bitcoin, yang sering disebut sebagai “emas digital” karena pasokan yang terbatas sebanyak 21 juta koin dan sifatnya yang terdesentralisasi. Baik emas maupun Bitcoin mendapatkan nilai dari kelangkaan dan upaya penambangan, tetapi emas Dupont dibatasi oleh kontrol negara dan kekhawatiran lingkungan, sementara Bitcoin menawarkan kebebasan dari otoritas terpusat, meskipun menghadapi kritik karena penggunaan energi yang tinggi. Sementara emas dan Bitcoin secara historis bergerak bersama sebagai aset safe-haven, korelasi mereka telah melemah pada tahun 2025, dengan Bitcoin berperilaku sebagai aset yang berbeda dan volatil. Kisah Dupont dan kebangkitan Bitcoin menyoroti tema kekayaan, kepemilikan, dan kekuatan sistemik dalam ekonomi modern.