‼️ Telegram: "Kami sedang menangani permintaan dari Vietnam".
Pada tanggal 21/5/2025, Direktorat Jenderal Telekomunikasi (di bawah Kementerian Informasi dan Komunikasi) secara tiba-tiba meminta penyedia layanan di Vietnam untuk menerapkan langkah-langkah teknis untuk memblokir aplikasi Telegram. Hal ini segera menimbulkan gelombang reaksi di kalangan pengguna di Vietnam, terutama di kalangan kelompok startup, komunitas teknologi, crypto - yang menjadikan Telegram sebagai saluran komunikasi dan kerja utama.
Namun segera setelah itu, Telegram secara resmi mengeluarkan pernyataan: mereka mengkonfirmasi sedang menangani permintaan dari pihak Vietnam. Langkah ini dianggap jarang terjadi, karena Telegram terkenal sebagai platform yang independen.
Apakah ini tanda untuk suatu “putaran balik”? Atau hanya sekadar langkah untuk menunda pemblokiran total?
Pada tanggal 21/5/2025, Direktorat Jenderal Telekomunikasi (di bawah Kementerian Informasi dan Komunikasi) secara tiba-tiba meminta penyedia layanan di Vietnam untuk menerapkan langkah-langkah teknis untuk memblokir aplikasi Telegram. Hal ini segera menimbulkan gelombang reaksi di kalangan pengguna di Vietnam, terutama di kalangan kelompok startup, komunitas teknologi, crypto - yang menjadikan Telegram sebagai saluran komunikasi dan kerja utama.
Namun segera setelah itu, Telegram secara resmi mengeluarkan pernyataan: mereka mengkonfirmasi sedang menangani permintaan dari pihak Vietnam. Langkah ini dianggap jarang terjadi, karena Telegram terkenal sebagai platform yang independen.
Apakah ini tanda untuk suatu “putaran balik”? Atau hanya sekadar langkah untuk menunda pemblokiran total?