Berikut adalah bagaimana hal itu dapat berkontribusi pada penurunan harga Bitcoin:
1. Ketidakpastian Pasar: Ketegangan geopolitik atau ekonomi yang kuat, seperti tarif besar terhadap UE, sering memicu sentimen risk-off—investor menarik diri dari aset yang volatile seperti kripto.
2. Penguatan USD: Kebijakan proteksionis semacam itu dapat sesaat meningkatkan nilai dolar AS, yang sering kali mengarah pada penurunan nilai Bitcoin (BTC biasanya berkorelasi terbalik dengan dolar).
3. Kehati-hatian Institusional: Institusi besar yang terlibat dalam kripto mungkin mengadopsi sikap yang lebih hati-hati di tengah ketidakstabilan ekonomi global, mengurangi tekanan pembelian pada Bitcoin.
4. Ketakutan Resesi: Potensi perang dagang atau gangguan perdagangan global dapat meningkatkan ketakutan akan resesi, yang kembali membuat pasar spekulatif seperti kripto menjadi gelisah.
1. Ketidakpastian Pasar: Ketegangan geopolitik atau ekonomi yang kuat, seperti tarif besar terhadap UE, sering memicu sentimen risk-off—investor menarik diri dari aset yang volatile seperti kripto.
2. Penguatan USD: Kebijakan proteksionis semacam itu dapat sesaat meningkatkan nilai dolar AS, yang sering kali mengarah pada penurunan nilai Bitcoin (BTC biasanya berkorelasi terbalik dengan dolar).
3. Kehati-hatian Institusional: Institusi besar yang terlibat dalam kripto mungkin mengadopsi sikap yang lebih hati-hati di tengah ketidakstabilan ekonomi global, mengurangi tekanan pembelian pada Bitcoin.
4. Ketakutan Resesi: Potensi perang dagang atau gangguan perdagangan global dapat meningkatkan ketakutan akan resesi, yang kembali membuat pasar spekulatif seperti kripto menjadi gelisah.
