Pengaturan Grafik Binance: Penjelasan Mendetail tentang Bollinger Bands dan Indikator RSI

Grafik Binance (Binance) default adalah antarmuka perdagangan dasar, tanpa menerapkan indikator kustom apa pun.

Meskipun terlihat sederhana, ini sebenarnya sangat praktis karena secara default mencakup grafik candlestick, volume, dan rata-rata bergerak.

Namun, banyak trader ingin menambahkan indikator kustom untuk merumuskan strategi perdagangan baru.

Oleh karena itu, mereka akan mencoba menjelajahi dan mengubah pengaturan, tetapi seringkali tidak sesederhana yang dibayangkan.

Inilah mengapa hari ini saya ingin membawa Anda langkah demi langkah untuk memahami cara mengatur grafik perdagangan Anda di Binance.

Kami akan menjelaskan secara rinci dalam panduan di bawah ini.

Cara mengatur grafik di Binance

Pertama, silakan akses Binance menggunakan **komputer (PC)**.

Mengapa tidak menggunakan ponsel? Karena di versi mobile, fungsi indikator kustom terbatas,

Jadi jika Anda ingin melakukan perdagangan yang lebih akurat, disarankan untuk menggunakan situs web versi desktop.

Selanjutnya, masuk ke antarmuka perdagangan kontrak, klik 'Indicators (Indikator)' di sudut kanan atas.

Di sini Anda dapat menambahkan indikator teknis yang ingin Anda gunakan.

Namun jika Anda adalah pemula dalam perdagangan, memilih indikator yang tepat bisa membuat Anda merasa bingung.

Jadi dalam artikel ini saya akan memperkenalkan dua indikator sederhana yang cocok digunakan oleh pemula:

  • Bollinger Bands

  • RSI (Indikator Kekuatan Relatif, Relative Strength Index)

Di bawah ini saya akan menjelaskan cara menggunakan kedua indikator ini.

Bollinger Bands

Pertama, mari kita lihat Bollinger Bands.

Anda mungkin sudah mendengar tentangnya, ini diciptakan oleh analis keuangan **John Bollinger**.

Untuk menambahkan Bollinger Bands, cukup cari 'Bollinger Bands', kemudian terapkan pada grafik Binance Anda.

Kuncinya adalah bagaimana menafsirkan grafik ini:

Jika Bollinger Bands tiba-tiba melebar, sementara harga mulai naik, ini biasanya adalah sinyal beli.

Lalu kapan seharusnya menjual?

Juga sangat sederhana—ketika candlestick menyentuh atau menembus garis atas, ini bisa menjadi sinyal jual.

Namun, harap diperhatikan bahwa indikator ini tidak 100% akurat.

Jika Anda tidak dapat menentukan waktu masuk dan keluar dengan tepat, Anda mungkin akan menghadapi kerugian yang signifikan.

Jadi jangan bergantung padanya secara membabi buta, tetapi gunakan sebagai salah satu dari banyak alat referensi.

RSI (Indikator Kekuatan Relatif)

Selanjutnya kita akan melihat RSI, juga dikenal sebagai Indikator Kekuatan Relatif.

Ini digunakan untuk mengukur kekuatan kenaikan dan penurunan harga.

Indikator ini jauh lebih sederhana dibandingkan Bollinger Bands, inilah alasan mengapa saya sangat merekomendasikan pemula untuk menggunakannya.

Setelah pengaturan selesai, garis indikator RSI akan muncul di bagian bawah grafik Binance Anda.

Jika menggunakan grafik mingguan sebagai referensi, ketika RSI di bawah 40, itu menunjukkan bahwa aset tersebut mungkin undervalued;

Ketika RSI di atas 60, itu menunjukkan bahwa aset tersebut mungkin overvalued.

Dalam periode yang lebih pendek (seperti grafik 1 jam), RSI mendekati 25 biasanya merupakan titik rendah lokal.

Jadi saya sarankan pembaca untuk menjadikan kedua indikator ini sebagai alat referensi penting dalam pengambilan keputusan perdagangan sehari-hari.

Hari ini kami memperkenalkan panduan sederhana dan praktis tentang cara mengatur grafik di Binance.

Saya selalu menekankan: jangan bingung dengan terlalu banyak indikator, yang paling penting adalah menguasai dasar-dasarnya terlebih dahulu.

Jika Anda belum mendaftar akun Binance, Anda bisa klik tautan di bawah ini untuk mendaftar segera.

Dengan mendaftar melalui tautan ini, Anda akan mendapatkan diskon biaya transaksi sebesar 20%—ini adalah keuntungan eksklusif untuk pengguna yang mendaftar untuk pertama kalinya.

Jangan sampai terlewat!

📍 Klik di sini untuk mendaftar Binance dan nikmati diskon 20% untuk biaya transaksi