Pengantar Pola Candlestick Jepang

Ketika menafsirkan grafik keuangan, ada beberapa metode yang dapat dipilih, termasuk grafik garis, grafik batang, grafik Renko, dan grafik candlestick. Grafik candlestick Jepang, khususnya, telah mendapatkan popularitas luas karena banyaknya informasi yang dapat disampaikan.

Tapi apa sebenarnya kandil Jepang itu, dan dari mana asalnya?

Jawabannya ada di Jepang, dimana seorang pedagang beras bernama Munehisa Homma mengembangkan teknik ini beberapa ratus tahun yang lalu. Di zaman modern, dunia barat mempelajari pola candlestick berkat Steve Nison, yang menulis buku penting "Japanese Candlestick Charting Techniques".

Jadi, bagaimana cara membaca grafik candlestick Jepang?

Pada dasarnya, Anda hanya akan melihat dua jenis bar: bar bullish dan bar bearish. Namun apa yang ditunjukkan oleh bilah ini, dan bagaimana Anda dapat menggunakan informasi ini untuk keuntungan Anda? Dengan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola candlestick Jepang, trader dapat memperoleh wawasan berharga mengenai tren pasar dan membuat keputusan yang lebih tepat.

  1. Lilin Bullish

  1. Lilin Beruang

1)- Lilin Bullish

Tongkat Lilin Bullish

Bar bullish pada grafik candlestick Jepang dapat dengan mudah diidentifikasi dengan mengamati bahwa pembukaannya berada di bagian bawah, diikuti oleh kenaikan harga yang akhirnya ditutup di bagian atas.

Titik tertinggi kandil mewakili titik waktu tertentu, sedangkan titik terendah ditunjukkan di bawah harga pembukaan.

Harga tertinggi dan terendah ditentukan oleh jenis grafik candlestick yang digunakan. Misalnya, jika grafik candlestick didasarkan pada grafik harian, harga tertinggi dan terendah akan mewakili satu hari, sedangkan grafik per jam akan mewakili satu jam.

Ini adalah metode standar dalam membaca grafik candlestick bullish.

2)- Lilin Beruang

Tongkat Lilin Bearish

Saat melihat grafik candlestick bearish, harga dibuka di bagian atas bar dan harga bergerak turun menuju bagian bawah, akhirnya ditutup di bagian bawah.

Titik tertinggi candle mewakili titik waktu tertentu, di atas harga penutupan, dan titik terendah dari candle mewakili titik waktu lain, di bawah harga pembukaan.

Penting untuk dicatat bahwa harga tertinggi dan terendah dari candlestick ditentukan oleh jangka waktu yang sedang dianalisis, apakah itu grafik harian, grafik per jam, atau jangka waktu lainnya.

Oleh karena itu, memahami cara membaca grafik candlestick bearish sangat penting untuk menganalisis pergerakan harga dan membuat keputusan trading yang tepat.

Candle Bullish dan Bearish pada Grafik

Meringkaskan:-

Ringkasnya, kandil bullish memiliki pembukaan di bawah penutupan, sedangkan kandil bearish memiliki pembukaan di atas penutupan.

Sumbu kandil mewakili titik tertinggi dan terendah untuk jangka waktu tertentu, yang bergantung pada jangka waktu grafik.

Pola kandil ini memberikan wawasan berharga mengenai tren pasar dan banyak digunakan oleh para pedagang untuk membuat keputusan perdagangan yang tepat.

Memahami grafik candlestick adalah keterampilan mendasar bagi siapa pun yang tertarik dengan analisis teknis di pasar keuangan.

"Jika Anda merasa artikel tentang pola Candlestick ini bermanfaat, silakan luangkan waktu sejenak untuk memberikan komentar dan beri tahu saya pendapat Anda.

Dan jika menurut Anda bermanfaat bagi orang lain, silakan bagikan di platform media sosial favorit Anda.

Dukungan Anda membantu saya membuat konten yang lebih berharga seperti ini di masa mendatang.

Jangan Lupa Ikuti saya ๐Ÿ˜œ

Terima kasih telah membaca!"