Mengapa harga Bitcoin meningkat tajam setelah setiap halving???
1. Pasokan BTC berkurang tajam
• Setiap kali halving, hadiah untuk para penambang berkurang setengah (misalnya: dari 6.25 BTC menjadi 3.125 BTC pada tahun 2024).
• Ini berarti:
• Pasokan BTC baru yang dirilis setiap hari berkurang 50%.
• Dari ~900 BTC/hari → menjadi ~450 BTC/hari.
→ Jika permintaan tetap atau meningkat sementara pasokan berkurang → harga cenderung meningkat.
2. Harapan dan psikologi pasar
• Para investor sudah mengetahui bahwa halving akan terjadi (setiap ~4 tahun sekali), dan berharap bahwa itu akan memicu kenaikan harga seperti siklus sebelumnya.
• Ini menciptakan efek psikologi “beli sebelum harga naik”, yang mengakibatkan:
• Akumulasi yang kuat sebelum dan setelah halving.
• FOMO (takut kehilangan) ketika harga mulai meningkat cepat → terus mendorong harga naik.
3. Tekanan jual dari penambang berkurang
• Penambang adalah kelompok yang sering menjual BTC ke pasar untuk menutupi biaya operasional.
• Ketika hadiah blok berkurang:
• Mereka menahan lebih banyak, hanya menjual saat harga tinggi.
• Jumlah BTC yang “dilepaskan” ke pasar berkurang → mengurangi tekanan pasokan.
4. Siklus sejarah pasca halving
Halving sebelumnya (2012, 2016, 2020) semuanya mengarah pada kenaikan harga besar dalam 12–18 bulan setelahnya.
5. Model Stock-to-Flow
• Ini adalah model penilaian yang didasarkan pada kelangkaan.
• Halving membuat rasio (S/F) Bitcoin meningkat → meningkatkan nilai secara teori.
• KOL terkenal PlanB menggunakan model ini untuk memprediksi BTC dapat mencapai:
• ~$100k–$150k setelah halving 2024.
• Dan bisa mencapai $1 juta pada akhir dekade.
✅ Kesimpulan:
+ Mengurangi pasokan → Meningkatkan kelangkaan
+ Psikologi harapan dan FOMO
+ Penambang menjual lebih sedikit → mengurangi tekanan
+ Sejarah siklus dan model penilaian mendukung kenaikan harga
=> BTC mengalami kenaikan harga yang tajam.
Dewa Kekayaan Crypto