- Pada 17 Mei, Moody’s secara resmi menurunkan peringkat AS dari Aaa menjadi Aa1, mengakhiri 13 tahun mempertahankan posisi tertinggi.
💸 Alasan: utang publik dan defisit anggaran yang terlalu besar
- Utang AS telah melampaui skala seluruh ekonomi
- Suku bunga tinggi mendorong biaya pembayaran utang meningkat tajam
- Defisit anggaran hampir 2.000 miliar dolar per tahun, setara dengan lebih dari 6% PDB
📊 Ketiga perusahaan besar telah menurunkan peringkat AS
- S&P menurunkan dari tahun 2011
- Fitch menurunkan dari 2023
- Kini giliran Moody’s – bagian terakhir jatuh juga
🏛 Moody’s mengkritik Kongres AS yang terlalu boros
- Kedua partai memiliki kesalahan karena terus menerus mengeluarkan paket belanja besar,
- RUU pajak baru senilai 3.800 miliar dolar sedang menjadi perdebatan.
💬 Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan dalam sidang di depan Kongres AS, Mei 2025
“Utang saat ini benar-benar menakutkan. Krisis bisa datang secara tiba-tiba seperti pemadaman listrik.”
🏗 Perkiraan: pada tahun 2029, utang publik akan mencapai 107% PDB
- Melebihi tingkat setelah Perang Dunia Kedua.
- Moody’s memperkirakan defisit akan mencapai hampir 9% PDB pada 2035, jika tidak terkendali.
🏛 Gedung Putih bereaksi marah
- Juru bicara menyebut penurunan peringkat sebagai motivasi politik
- Trump mendesak Kongres untuk segera menyetujui paket pemotongan pajak baru.
Singkatnya:
📉 Jika AS terus membelanjakan seperti sekarang, maka obligasi Treasury seharusnya diganti nama menjadi… “surat permohonan maaf untuk masa depan”