1. Indikator RSI

2. Indikator MACD

3. Indikator TD9

4. Rentang Bollinger Bollinger bands

Indikator RSI adalah osilator yang mencerminkan kekuatan relatif antara tren naik dan tren turun.

Indikator RSI dekat level 30: mencerminkan kondisi overbought.

Indikator RSI dekat level 70: mencerminkan kondisi overbought.

Indikator RSI dekat level 50: berarti bahwa pasar kekurangan arah yang jelas.

Untuk menggambar garis tren naik pada indikator, Anda perlu menghubungkan dua atau tiga atau lebih puncak indikator RSI dengan munculnya puncak yang lebih tinggi (HH).

Di sisi lain, garis turun digambar dengan menghubungkan tiga puncak atau lebih dengan penurunan titik secara bertahap.

Ketika indikator RSI menunjukkan arah yang berlawanan dengan pergerakan harga, itu bisa berarti dua hal:

Bahwa momentum harga melemah, dan dengan demikian dapat terjadi koreksi ke salah satu arah.

Bahwa akhir tren telah dekat.

Divergensi positif (Bullish Divergence): terjadi ketika harga membentuk serangkaian puncak menurun (LH), sementara indikator membentuk titik horizontal yang meningkat.

Divergensi negatif (Bearish Divergence): terjadi ketika harga membentuk serangkaian puncak meningkat, sementara indikator mencatat puncak horizontal yang menurun.

2. Indikator MACD:

Indikator MACD mengukur konvergensi dan divergensi seiring waktu antara dua rata-rata bergerak dari harga suatu aset tertentu.

MACD menunjukkan selisih antara dua nilai dari rata-rata bergerak dengan periode perhitungan yang berbeda.

Ketika garis MACD berpotongan dengan garis sinyal dari bawah ke atas dan melewati garis sinyal, maka tren akan naik.

Dan ketika terjadi perpotongan dari atas ke bawah dan melewati garis sinyal indikator MACD, maka tren akan turun.

RSI + MACD:

Indikator MACD dan RSI terintegrasi dengan baik, keduanya berusaha untuk mengenali lebih awal munculnya tren naik atau turun.

Untuk memberi tahu trader apakah mereka harus membeli atau menjual pada posisi tertentu.

Oleh karena itu, analisis hanya satu indikator mungkin tidak cukup.

Ringkasan MACD:

Indikator MACD adalah alat teknis yang mengukur kekuatan pergerakan harga.

Untuk mengonfirmasi sinyal MACD, disarankan untuk menggunakannya bersama dengan indikator teknis lainnya.

Seperti indikator RSI, atau stochastic, atau volume (Volume)...

3. Indikator TD9

Indikator TD Sequential menunjukkan bahwa akhir tren semakin dekat dan mencapai titik pembalikan, serta memberikan sinyal akurat tentang waktu masuk pasar dengan posisi baru atau menutup posisi saat ini.

Sinyal beli: Jika tercatat 9 kolom berturut-turut di mana harga penutupan setiap kolom lebih rendah dari harga penutupan kolom keempat sebelumnya.

Sinyal jual: Jika tercatat 9 kolom berturut-turut di mana harga penutupan setiap kolom lebih tinggi dari harga penutupan kolom keempat sebelumnya.

4. Rentang Bollinger

Rentang Bollinger adalah salah satu indikator perdagangan yang paling banyak digunakan.

Digunakan untuk membandingkan perubahan nilai harga suatu aset dengan nilai relatif harganya selama periode waktu tertentu.

Rentang Bollinger juga digunakan dalam analisis teknis sebagai pelengkap untuk mempelajari pola pembalikan:

• Bentuk W atau dasar ganda, yaitu bentuk yang menunjukkan peralihan dari tren turun ke tren naik.

• Bentuk M atau puncak ganda, yaitu bentuk yang menunjukkan peralihan dari tren naik ke tren turun.

"Tekanan" terjadi ketika rentang mendekati satu sama lain sehingga terlihat seolah-olah mereka bertemu atau tumpang tindih.

Jika harga mendekati rentang atas, itu menunjukkan kemungkinan breakout bullish.

Jika harga mendekati rentang bawah, itu menunjukkan kemungkinan breakout bearish.

Semakin lama periode tekanan, semakin kuat breakout.

Jika rentang Bollinger melebar secara signifikan, itu bisa menunjukkan bahwa harga keluar dari kondisi konsolidasi menuju arah baru.