Pada 13 Mei 2025, selama kunjungan Presiden AS Donald Trump ke Arab Saudi, kedua negara menandatangani kesepakatan penjualan senjata senilai hampir 142 miliar dolar AS, yang disebut oleh Gedung Putih sebagai 'kesepakatan penjualan senjata terbesar dalam sejarah'. Kesepakatan ini adalah bagian dari kesepakatan paket investasi Arab Saudi senilai 600 miliar dolar AS kepada AS. Penjelasan terkait adalah sebagai berikut:

Isi protokol: Peningkatan angkatan udara dan pembangunan kemampuan luar angkasa: Arab Saudi akan meningkatkan pesawat tempur F-15SA mereka, mungkin ditingkatkan mendekati standar F-15EX. Pesawat angkut seperti C-130J-30 'Hercules' dan C-17 'Globemaster III' juga mungkin akan dikonfigurasi ulang untuk misi khusus, serta meningkatkan sistem navigasi, perang elektronik, dan komunikasi.

  • Pertahanan rudal: Protokol ini mencakup perluasan dan peningkatan sistem 'Patriot' PAC-3 MSE, yang mungkin akan menambahkan radar array pemindaian elektronik aktif (AESA), perangkat lunak kontrol tembak canggih, dan terintegrasi dengan sistem pertahanan bertingkat lainnya. Ini juga mungkin mencakup pengembangan sistem komando terpadu dan platform sensor terhubung untuk mendukung ambisi pemantauan luar angkasa Arab Saudi.

  • Keamanan maritim dan pesisir: Angkatan Laut Kerajaan Arab Saudi mungkin akan memperkuat kemampuan pemantauan pesisir dan perlindungan infrastruktur energi mereka melalui pengadaan sensor, sistem permukaan tanpa awak, dan teknologi pemantauan canggih.

  • Keamanan darat dan perbatasan: Protokol ini mencakup modernisasi angkatan bersenjata, perlindungan perbatasan, dan pertahanan infrastruktur strategis, yang mungkin termasuk kendaraan lapis baja, radar pemantauan darat, sistem rudal anti-tank, serta solusi pertahanan jarak pendek terhadap ancaman baru (seperti drone bersenjata dan invasi yang tidak konvensional).

  • Sistem informasi dan komunikasi: Mencakup jaringan komunikasi terenkripsi, rantai data medan perang, dan teknologi keamanan siber untuk memastikan keamanan informasi dan komunikasi yang efisien dalam operasi bersama berbagai angkatan bersenjata.

  • Dukungan pendukung: AS akan memberikan serangkaian dukungan komprehensif kepada Arab Saudi, termasuk pelatihan personel tingkat tinggi, pengembangan akademi militer, pemeliharaan jangka panjang sistem pengiriman, dan peningkatan layanan medis militer.

  • Perusahaan yang terlibat: Lebih dari sepuluh raksasa pertahanan AS, seperti Lockheed Martin, Raytheon, Boeing, Northrop Grumman, dan Palantir, terlibat dalam hal ini.

  • Dampak protokol: Terhadap hubungan AS-Arab Saudi: Menandai fase baru yang lebih dalam dalam aliansi 'minyak-keamanan' AS-Arab Saudi, lebih lanjut memperkuat kemitraan strategis kedua negara yang telah berlangsung selama lebih dari delapan puluh tahun. Arab Saudi berkomitmen untuk melakukan investasi tambahan lebih dari 1 triliun dolar AS kepada AS, mencakup infrastruktur AI, energi bersih, dan lainnya, untuk mewujudkan kedalaman pengikatan antara keamanan dan kepentingan ekonomi.

  • Dampak pada peta geopolitik Timur Tengah: Protokol ini mungkin akan merombak peta geopolitik Timur Tengah. Dalam konteks ketegangan regional, peningkatan kemampuan militer Arab Saudi mungkin akan mempengaruhi keseimbangan militer di kawasan, berdampak pada negara-negara tetangga seperti Iran, dan menyebabkan serangkaian perubahan dalam situasi keamanan regional.

  • Dampak pada perusahaan pertahanan AS: Perusahaan seperti Raytheon dan Lockheed Martin akan mendapat manfaat langsung. Menurut data dari Asosiasi Industri Pertahanan AS, setiap penjualan senjata senilai 1 miliar dolar AS dapat menciptakan 15.000 lapangan kerja, dan protokol ini diperkirakan akan mendorong 2,1 juta pekerjaan di AS.

Situasi dan masalah penjualan senjata sebelumnya

  • Dalam kesepakatan penjualan senjata senilai 110 miliar dolar AS yang ditandatangani AS dengan Arab Saudi pada tahun 2017, sekitar 95 miliar dolar AS hanya merupakan surat niat dan bukan komitmen pembelian yang mengikat. Sebagian besar transaksi, seperti pembelian sistem pertahanan rudal 'THAAD' senilai 13,5 miliar dolar AS dari Lockheed Martin, akhirnya tidak terwujud. Senjata yang diberikan AS kepada negara-negara Timur Tengah tidak hanya mahal, tetapi juga disertai banyak syarat politik, dan kecepatan pengiriman sering kali tertunda.

Penjualan senjata AS-Arab Saudi dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk situasi keamanan regional, politik domestik AS, serta pertimbangan kepentingan strategis kedua negara. Selain itu, ada ketidakpastian dalam pelaksanaan kesepakatan penjualan senjata yang dipengaruhi oleh kemajuan negosiasi kedua belah pihak dan perubahan situasi internasional.