#BTC突破99K Federal Reserve Amerika Serikat mengakhiri pertemuan kebijakan moneter selama dua hari dan mengumumkan pada Kamis (8 Mei) pagi bahwa suku bunga acuan tetap tidak berubah di antara 4,25% hingga 4,5%. Ini adalah pertemuan ketiga berturut-turut tanpa penurunan suku bunga.

Sebelumnya, kebijakan tarif impor besar-besaran Trump memicu kekhawatiran pasar tentang inflasi dan potensi perlambatan ekonomi. Pajak impor Trump bertujuan untuk mendukung industri domestik Amerika, tetapi kebijakan ini juga mendorong harga naik dan memperlambat pertumbuhan ekonomi. Situasi rumit ini membuat Federal Reserve berada dalam dilema—penurunan suku bunga mungkin dapat membantu merangsang pertumbuhan ekonomi, tetapi pada saat yang sama juga dapat memperburuk inflasi. Oleh karena itu, Federal Reserve memilih untuk menunggu.

Dalam pernyataan setelah pertemuan, Federal Reserve mengakui bahwa ekonomi telah menunjukkan beberapa tanda tekanan awal, seperti kontraksi ekonomi pada kuartal pertama dan tekanan inflasi yang disebabkan oleh kenaikan pajak impor. Meskipun demikian, Federal Reserve secara keseluruhan tetap optimis, menyatakan bahwa aktivitas ekonomi masih dalam "pertumbuhan yang kuat", pasar tenaga kerja tetap "kuat", hanya saja tingkat inflasi "sedikit tinggi", yang belum cukup untuk mendorong penurunan suku bunga.

Setelah keputusan pertemuan diumumkan, Bitcoin (BTC) juga bereaksi terhadap keputusan Federal Reserve. Dalam periode perdagangan hingga pukul 11 pagi pada hari Kamis, harga Bitcoin mencapai puncaknya sebesar 98.838 dolar AS.