Perusahaan analisis cryptocurrency Alphractal telah menganalisis alasan mengapa aktivitas di rantai masih lebih rendah dari yang diharapkan meskipun harga Bitcoin berfluktuasi di atas 95.000 dolar. Menurut laporan perusahaan, terlepas dari suasana optimis di pasar, volume perdagangan dan jumlah alamat aktif tetap pada level terendah yang pernah ada.
Menurut temuan Alphractal, ada tujuh alasan utama yang menyebabkan situasi ini:
1️⃣ Harga ditentukan oleh faktor eksternal bukan oleh tingkat penggunaan di rantai: Harga Bitcoin saat ini didorong oleh faktor eksternal seperti aliran modal institusi ke ETF spot alih-alih penggunaan nyata di rantai.
2️⃣ Volatilitas rendah: Volatilitas rendah mengurangi dorongan perdagangan para trader, yang mengarah pada penurunan transaksi di rantai.
3️⃣ Volume pasar saham yang artifisial: Membesar-besarkan volume perdagangan di beberapa bursa dapat menyembunyikan tingkat penggunaan nyata di jaringan.
4️⃣ Permintaan nyata terbatas: Harga Bitcoin sebagian besar dipertahankan melalui instrumen derivatif dan spekulasi alih-alih penggunaan sehari-hari di rantai.
5️⃣ Pasar sedang dalam fase konsolidasi: Para investor cenderung menunggu hingga ada perkembangan ekonomi makro atau sinyal yang jelas. Hal ini membatasi volatilitas mata uang.
6️⃣ Popularitas solusi Tingkat 2: Solusi lapisan dua seperti Lightning Network membuat transaksi keluar dari rantai, membuat aktivitas di jaringan utama tampak rendah.
7️⃣ Memindahkan aktivitas spekulatif ke jaringan lain: Jaringan seperti Ethereum, Solana, dan Base menarik aktivitas perdagangan intensif seperti DeFi, staking, dan memecoin, mengurangi dinamika di rantai utama Bitcoin.
Alphractal menyatakan bahwa situasi saat ini menunjukkan Bitcoin mulai dianggap sebagai “aset keuangan” daripada “teknologi blockchain”. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan di rantai dan harga semakin melemah.
