Perdana Menteri Israel Netanyahu baru-baru ini menyatakan dengan tegas, bahwa Israel akan "menghancurkan reaktor nuklir Iran dan fasilitas pengayaan uranium." Ia menekankan, bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus mencakup penghancuran total fasilitas nuklirnya.
Pada 8 April 2025, Netanyahu dalam sebuah video memperingatkan, jika upaya diplomatik gagal, Israel siap untuk mengambil tindakan militer. Sikap ini sejalan dengan kebijakan jangka panjang Israel yang memandang program nuklir Iran sebagai ancaman keberlangsungan hidup.
Dilaporkan, Israel telah mengajukan berbagai opsi militer kepada AS, termasuk serangan udara dan operasi pasukan khusus, untuk memperlambat kemajuan nuklir Iran. Tindakan semacam itu dapat memicu eskalasi serius di kawasan.
AS cenderung pada penyelesaian diplomatik, tetapi masih tidak mengesampingkan opsi militer. Saat ini, negosiasi AS-Iran berfokus pada pembatasan pengayaan uranium dan penguatan pengawasan internasional, tetapi ketegangan terus meningkat.
Dengan posisi Israel yang semakin keras, masyarakat internasional sangat memperhatikan. Setiap serangan militer dapat memicu konflik berskala besar, yang lebih jauh memperburuk ketidakstabilan di Timur Tengah.