Pada hari Selasa, 22 April 2025, Perdana Menteri Thailand Paetongtarn Shinawatra mengumumkan bahwa negosiasi perdagangan Thailand-AS, yang awalnya dijadwalkan pada 23 April 2025, ditunda. Alasan penundaan adalah karena Amerika Serikat meminta Thailand untuk meninjau beberapa isu penting, dan tanggal pertemuan baru sedang dijadwalkan.

Detail kunci:

Negosiasi bertujuan untuk menangani tarif 36% yang dikenakan oleh Presiden AS Donald Trump pada barang-barang Thailand, sebagai bagian dari kebijakannya "Perdagangan Timbal Balik dan Tarif".

Thailand menghadapi dampak ekonomi yang signifikan, karena AS adalah pasar ekspor terbesarnya, yang menyumbang 18,3% dari total pengiriman ($54,96 miliar) tahun lalu, dengan surplus perdagangan sebesar $45,6 miliar menurut angka AS.

Perdana Menteri Paetongtarn menekankan bahwa Thailand secara aktif meninjau isu-isu, termasuk tarifnya sendiri, dan memeriksa ekspor pertanian serta impor tambahan untuk mempersiapkan pembicaraan.

Delegasi Thailand, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri dan Menteri Keuangan Pichai Chunhavajira, sedang menunggu konfirmasi dari Perwakilan Perdagangan AS (USTR) untuk tanggal baru.