Saya membaca di X ada perdebatan tentang apakah Kols berbagi gambar Short (short selling) OM tetapi PNL malah lebih besar daripada Vol,
Terkait dengan pemahaman tentang sifat perintah short (short selling) dan cara menghitung laba rugi dibandingkan dengan volume masuk perintah. Saya akan menjelaskan secara rinci dan disertai contoh nyata di Binance agar Anda lebih mudah memahami:
⸻
1. Konsep: Volume Short dan Laba
• Volume saat short (disebut nilai nominal) adalah total nilai aset yang Anda jual.
• Laba saat short berasal dari membeli kembali aset dengan harga yang lebih rendah daripada harga jual awal.
• Karena aset tidak dapat turun di bawah 0, maka tingkat laba saat short selalu dibatasi, lebih kecil dari volume masuk perintah, dan laba maksimum = volume jika harga menjadi 0.
⸻
2. Contoh konkret short crypto di Binance
Misalkan Anda sedang short BTCUSDT.
INFORMASI:
• Harga BTC saat ini: 100.000 USDT
• Anda menggunakan 1.000 USDT sebagai margin, leverage x10
=> Volume masuk perintah = 10.000 USDT, berarti Anda meminjam 10k USDT untuk menjual BTC dengan harga 100k.
SKENARIO SHORT BERHASIL:
• BTC turun dari 100.000 → 90.000
• Anda menutup perintah (membeli kembali) di harga 90.000
• Selisih: 10.000 USDT x 10% = laba 1.000 USDT
=> Jadi laba Anda adalah 1.000 USDT, yaitu setara dengan 100% modal margin, tetapi hanya setara dengan 10% volume perintah.
Laba maksimum jika BTC menjadi 0:
• Anda akan mendapatkan seluruh 10.000 USDT (karena menjual 10k, membeli kembali dengan harga 0)
• Tetapi meskipun BTC menjadi 0, Anda juga hanya bisa mendapatkan laba maksimum 10.000 USDT, yaitu setara dengan volume, tidak bisa lebih.
⸻
3. Kesimpulan
• Laba dari perintah short selalu ≤ volume.
• Dalam praktiknya, laba selalu lebih kecil dari volume, karena aset tidak menjadi 0 dan Anda biasanya keluar dari perintah sebelumnya.
• Sebaliknya, jika harga naik, Anda bisa mengalami kerugian lebih besar dari modal margin (akun terbakar) tergantung pada leverage.
Terkait dengan pemahaman tentang sifat perintah short (short selling) dan cara menghitung laba rugi dibandingkan dengan volume masuk perintah. Saya akan menjelaskan secara rinci dan disertai contoh nyata di Binance agar Anda lebih mudah memahami:
⸻
1. Konsep: Volume Short dan Laba
• Volume saat short (disebut nilai nominal) adalah total nilai aset yang Anda jual.
• Laba saat short berasal dari membeli kembali aset dengan harga yang lebih rendah daripada harga jual awal.
• Karena aset tidak dapat turun di bawah 0, maka tingkat laba saat short selalu dibatasi, lebih kecil dari volume masuk perintah, dan laba maksimum = volume jika harga menjadi 0.
⸻
2. Contoh konkret short crypto di Binance
Misalkan Anda sedang short BTCUSDT.
INFORMASI:
• Harga BTC saat ini: 100.000 USDT
• Anda menggunakan 1.000 USDT sebagai margin, leverage x10
=> Volume masuk perintah = 10.000 USDT, berarti Anda meminjam 10k USDT untuk menjual BTC dengan harga 100k.
SKENARIO SHORT BERHASIL:
• BTC turun dari 100.000 → 90.000
• Anda menutup perintah (membeli kembali) di harga 90.000
• Selisih: 10.000 USDT x 10% = laba 1.000 USDT
=> Jadi laba Anda adalah 1.000 USDT, yaitu setara dengan 100% modal margin, tetapi hanya setara dengan 10% volume perintah.
Laba maksimum jika BTC menjadi 0:
• Anda akan mendapatkan seluruh 10.000 USDT (karena menjual 10k, membeli kembali dengan harga 0)
• Tetapi meskipun BTC menjadi 0, Anda juga hanya bisa mendapatkan laba maksimum 10.000 USDT, yaitu setara dengan volume, tidak bisa lebih.
⸻
3. Kesimpulan
• Laba dari perintah short selalu ≤ volume.
• Dalam praktiknya, laba selalu lebih kecil dari volume, karena aset tidak menjadi 0 dan Anda biasanya keluar dari perintah sebelumnya.
• Sebaliknya, jika harga naik, Anda bisa mengalami kerugian lebih besar dari modal margin (akun terbakar) tergantung pada leverage.