Pekerjaan yang saya lakukan juga sangat berhubungan dengan web2. Saya tidak seperti para pemimpin opini yang memiliki banyak pengikut di media sosial, yang secara sengaja membangun merek pribadi atau mengejar pengaruh yang luas.
Saya lebih seperti pengguna internet biasa dan pencipta konten, mencatat kehidupan dan berbagi pengalaman di dunia digital dengan cara saya sendiri.
Mungkin saya akan menulis tutorial, mengajarkan orang-orang cara berinteraksi dengan berbagai hal berharga, kadang-kadang mungkin saya akan menulis blog, membahas pengalaman teknis terbaru; atau mungkin menjawab pertanyaan seorang pemula di forum, membantunya menyelesaikan kebingungannya. Namun, tindakan ini lebih karena minat dan berbagi sukarela, bukan untuk menjadi 'pemimpin' di suatu bidang.
Pekerjaan dan aktivitas sehari-hari saya sebagian besar juga berputar di sekitar web2. Web2 adalah generasi kedua internet, menekankan konten yang dihasilkan pengguna, interaksi sosial, dan layanan platform terpusat.
Pekerjaan ini meskipun membuat saya merasa terpenuhi, juga memberi saya tempat di ekosistem internet, tetapi pada dasarnya masih termasuk dalam model internet tradisional. Setiap hari saat membuka komputer, saya berhadapan dengan media sosial, platform blog, dan alat kolaborasi yang sudah familiar, meskipun alat ini memudahkan, mereka juga menyadarkan saya bahwa sepertinya masih ada jarak antara saya dan arus teknologi baru.
Namun, dunia internet tidak pernah diam. Dengan munculnya web3, saya mulai merasakan dorongan yang samar. Web3 bukan sekadar peningkatan teknologi, tetapi mewakili sebuah ide baru: mendefinisikan kembali hubungan kita dengan dunia digital melalui blockchain, aplikasi terdesentralisasi, dan kedaulatan data pengguna. Dibandingkan dengan model terpusat web2, web3 lebih menekankan keadilan, transparansi, dan kontrol pengguna. Saya mulai bertanya pada diri sendiri: jika masa depan internet adalah web3, apakah saya seharusnya melakukan sesuatu untuk menyambut perubahan ini?
Jadi, saya mengambil langkah pertama — belajar. Saya mulai mempelajari dasar-dasar blockchain, memahami cara kerja cryptocurrency, mencoba merasakan beberapa aplikasi terdesentralisasi (DApps). Hal-hal baru ini bagi saya terasa asing namun sangat menarik. Saya menemukan, web3 bukan hanya sekumpulan istilah teknis, tetapi juga membawa kemungkinan: memungkinkan orang biasa untuk benar-benar memiliki identitas digital dan aset mereka sendiri, tanpa sepenuhnya bergantung pada perusahaan teknologi besar. Ide ini membuat saya bersemangat, dan membuat saya mulai berpikir tentang bagaimana menerapkan keterampilan dan pengalaman saya di bidang baru ini.
Tentu saja, peralihan dari web2 ke web3 tidaklah mudah. Pengetahuan dan dasar karier saya saat ini dibangun di atas internet tradisional, dan untuk sepenuhnya beralih ke bidang yang asing, diperlukan banyak waktu dan tenaga. Namun, saya tidak terburu-buru. Saya lebih suka menjelajahi dengan sikap terbuka, mengumpulkan pengalaman langkah demi langkah. Saya mungkin akan menghabiskan waktu untuk mempelajari dokumen whitepaper proyek, atau mencoba terlibat dalam proyek blockchain sumber terbuka, praktik kecil ini mungkin terlihat sepele, tetapi merupakan jembatan saya menuju masa depan.
Dalam proses ini, saya tidak mengejar untuk menjadi publik figur seperti KOL. Tujuan saya sangat sederhana: mengikuti langkah zaman, menemukan tempat saya di dunia digital.
Saya percaya, selama saya menjaga sikap untuk belajar dan berlatih, saya dapat secara bertahap menyesuaikan diri dengan perubahan yang dibawa oleh web3. Mungkin suatu hari, saya akan membangun komunitas terdesentralisasi milik saya sendiri, atau memberikan kontribusi untuk suatu komunitas. Meskipun tujuan ini terdengar agak jauh, saya tetap ingin berusaha untuk itu.
Setiap evolusi internet adalah sebuah kesempatan, dan saya, berdiri di persimpangan menuju web3, dengan rasa ingin tahu dan harapan, siap menyambut babak baru digital saya.