Senin gelap tahun 1987 tampaknya seperti judul film horor, tetapi yang terjadi pada pagi hari tanggal 19 Oktober 1987 adalah teror yang nyata.

Pasar keuangan kolaps dengan cara yang brutal.
Indeks Dow Jones anjlok secara mengesankan sebesar 22% dalam satu hari!

Untuk memberikan gambaran, itu seperti jika Bitcoin turun lebih dari 20% dalam beberapa jam.

Dan tidak berhenti di situ: efek domino mencapai bursa di Eropa, Asia, dan Amerika Latin.
Investor dalam kepanikan menjual saham dalam jumlah besar, dan harga-harga merosot dengan kecepatan yang menakutkan.

Tetapi apa yang menyebabkan longsoran ini di pasar?

Analis menunjukkan kombinasi eksplosif dari faktor-faktor:

-Kenaikan suku bunga: Federal Reserve telah menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi, dan ini mendinginkan selera para investor.

-Konflik perdagangan internasional: Ketegangan antara AS dan kekuatan lainnya menciptakan suasana ketidakpastian global.

-Penjualan otomatis oleh komputer: Sistem yang diprogram mulai membanjiri saham ketika penurunan dimulai, semakin mempercepat bencana.

-Ketakutan akan resesi: Prospek perlambatan ekonomi memicu kepanikan umum.

Kembali ke situasi saat ini, kebetulan kita sedang berlayar di perairan yang mirip.

Sampai-sampai pagi ini, Jim Cramer, salah satu komentator keuangan paling terkenal di TV Amerika, mengeluarkan peringatan: Menurutnya, kebijakan tarif baru Trump dapat memicu sesuatu yang mirip dengan apa yang terjadi pada tanggal tersebut.

Ia melihat tarif ini sebagai risiko nyata untuk menghidupkan kembali episode yang meninggalkan bekas luka dalam di pasar.

Senin yang disebut-sebut ini tercatat sebagai peringatan, meskipun baik untuk diingat bahwa krisis bersifat sementara.
Kepanikan menjual, tetapi kesabaran membeli peluang.