🗞️ Gedung Putih telah dihubungi oleh lebih dari 50 negara yang tertarik untuk memulai negosiasi perdagangan setelah penerapan tarif impor baru-baru ini oleh Presiden Donald Trump. Informasi ini disampaikan oleh Kevin Hassett, direktur Dewan Ekonomi Nasional, selama wawancara dengan ABC News.

Tarif yang diumumkan pada hari Rabu lalu menyebabkan reaksi segera di pasar dan mendorong China untuk mengambil langkah-langkah balasan, meningkatkan kekhawatiran akan perang dagang dan bahkan kemungkinan resesi. Meskipun reaksi pasar yang kuat dengan penurunan sekitar 10% pada saham-saham Amerika dalam waktu hanya dua hari, anggota pemerintah berusaha untuk menyampaikan pesan kontrol dan strategi.
Menurut Hassett, tujuan dari tarif tersebut adalah untuk memposisikan kembali Amerika Serikat dengan cara yang lebih adil dalam neraca perdagangan global. Dia membantah adanya upaya untuk mempengaruhi secara politik Federal Reserve, setelah sebuah video yang dibagikan oleh Trump menyarankan bahwa tarif tersebut bertujuan untuk menekan bank sentral agar memotong suku bunga.
Menteri Keuangan, Scott Bessent, juga meminimalkan dampak negatif, menyatakan kepada NBC News bahwa tidak ada tanda-tanda resesi di depan. Dia menyoroti pertumbuhan yang lebih kuat dari yang diharapkan dalam penciptaan lapangan kerja sebagai indikasi bahwa ekonomi Amerika terus berada dalam jalur positif.
Taiwan, misalnya, telah maju dengan mengusulkan tarif nol sebagai titik awal untuk negosiasi dengan AS, sambil berkomitmen untuk memperluas investasi perusahaan-perusahaannya di wilayah Amerika.
Sementara pasar tetap volatil dan investor tetap berhati-hati, pemerintah Trump mencoba memposisikan tarif sebagai peluang strategis untuk negosiasi, meskipun efek praktisnya dalam jangka pendek menyebabkan ketidaknyamanan global.
Tinggalkan like untuk membantu menyebarkan postingan kami. 🤝🏽🚀
#newscrypto #BinanceAlphaAlert #TrumpTariffs #StopLossStrategies
