Pada suatu hari di bulan Maret, stablecoin FDUSD tiba-tiba terlepas 10%, sempat jatuh di bawah 0,90 dolar AS, memicu kepanikan luas di pasar. Sebagai stablecoin yang diterbitkan oleh lembaga Hong Kong First Digital Trust (FDT), FDUSD awalnya dianggap sebagai 'pelabuhan aman yang stabil', tetapi peristiwa ini mengungkap risiko sistemik yang tersembunyi di pasar stablecoin.

🧨 Penyebab terlepas: Tuduhan terbuka oleh pendiri Tron, Sun Yuchen.

Pemicu peristiwa ini adalah Sun Yuchen (Justin Sun) yang memposting di platform X, mempertanyakan solvabilitas FDT dan menyerukan investor untuk segera menarik aset mereka. Pandangan utamanya termasuk:

- Sistem kepercayaan keuangan Hong Kong memiliki celah.

- Mekanisme manajemen risiko internal FDT lemah.

- Meminta intervensi regulasi Hong Kong untuk menyelidiki.

🛡️ Tanggapan FDT: membantah tuduhan dan melawan.

FDT segera membantah semua tuduhan, pernyataan menunjukkan:

- Peristiwa ini terkait dengan TUSD (TrueUSD), bukan FDUSD.

- FDT masih dalam keadaan solvabilitas penuh.

- Tuduhan tersebut adalah 'tindakan pencemaran nama baik' oleh Sun Yuchen untuk menekan pesaing.

Mereka juga mengumumkan akan mengadakan kegiatan tanya jawab AMA untuk menjawab kekhawatiran publik. Binance juga menyatakan bahwa FDUSD memiliki lebih dari 2 miliar dolar AS dalam cadangan obligasi pemerintah AS dan simpanan semalam.

🔍 Kebenaran di balik: Krisis TUSD menyebar.

Menurut CoinDesk dan dokumen pengadilan Hong Kong:

- Sun Yuchen pernah 'mengambil alih' TUSD yang mengalami krisis likuiditas.

- Sebagian cadangan TUSD dikelola oleh FDT, dan sekitar 500 juta dolar AS menjadi tidak dapat ditebus.

Ini menimbulkan keraguan publik tentang independensi dana antara FDT dan FDUSD.

🔄 Pelajaran sejarah dari stablecoin yang terlepas:

FDUSD bukanlah stablecoin pertama yang terlepas, kita melihat dari sejarah bahwa 'stabil' sebenarnya sangat rapuh:

📉 BitUSD (2018).

- Dijamin oleh BTS, mekanismenya mirip dengan DAI.

- Namun harga BTS melonjak 15 kali lipat, menyebabkan ketidakseimbangan parah dalam rasio jaminan.

- Kapitalisasi pasar pernah melebihi cadangan 16 kali, memicu terlepas yang tidak berkelanjutan.

💣 TerraUSD (USTC, 2022).

- Stablecoin algoritmik, terikat dengan LUNA.

- Sentimen pasar dan tekanan jual memicu 'spiral kematian'.

- Bencana besar: kerugian lebih dari 45 miliar dolar AS, memulai 'musim dingin crypto'.

⚠️ BUSD (2023).

- Diterbitkan oleh Paxos, pernah diatur oleh Otoritas Keuangan New York.

- Regulasi tiba-tiba menghentikan penerbitan, memicu kepanikan penebusan oleh pengguna.

- Meskipun 'keluar dengan tertib', kepercayaan mengalami kerugian besar.

💥 USDC (2023).

- Diterbitkan oleh Circle, dianggap sebagai salah satu stablecoin 'paling dapat diandalkan'.

- Cadangan sebesar 330 juta dolar AS terjebak di Silicon Valley Bank, memicu kepanikan pasar.

- Circle menghentikan penukaran, harga sempat anjlok, kemudian pulih setelah intervensi Federal Reserve.

✅ Kesimpulan:

Stablecoin ≠ risiko nol, belajarlah untuk mengenali dan mendiversifikasi risiko.

Kejadian FDUSD mengingatkan kita bahwa bahkan stablecoin yang 'mematuhi' dan 'memiliki cadangan' juga dapat menghadapi serangan opini publik, masalah likuiditas cadangan, atau risiko regulasi.

🧠 Investor harus:

Diversifikasi kepemilikan berbagai jenis stablecoin (jaminan fiat, jaminan kripto, RWA, dll.)

Terus memantau pengungkapan cadangan dan laporan audit.

Pertahankan pemahaman tentang latar belakang lembaga penerbit dan lingkungan regulasi.

Jangan menyamakan stablecoin dengan simpanan bank atau 'aset tanpa risiko'.

$FDUSD $BTC $ETH