Sikap tidak pasti Presiden AS Trump terkait tarif menyebabkan kecemasan di Wall Street. S&P 500 dan Nasdaq mencatatkan sedikit keuntungan, tetapi para investor khawatir tentang tarif yang akan datang. Trump menyebut 2 April sebagai "Hari Pembebasan" dan mengisyaratkan akan menerapkan tarif besar. Namun, ketidakpastian mengenai negara mana yang akan terpengaruh tetap ada. Ketidakpastian ini berdampak negatif pada sentimen pasar.

Sementara kepercayaan konsumen menurun, pasar saham terus meningkat. Data terbaru dari Conference Board menunjukkan bahwa kepercayaan konsumen telah turun ke level terendah dalam empat tahun. Meskipun saham teknologi yang dipimpin oleh Tesla mengalami kenaikan, para analis menyatakan bahwa pasar masih rapuh.

Mantan penasihat Trump, Gary Cohn, menyatakan bahwa ketidakpastian mengenai tarif dan pajak telah merusak kepercayaan pasar. Cohn menekankan bahwa pasar menginginkan kejelasan, tetapi saat ini hal itu masih kurang. Analis Goldman Sachs juga memperkirakan bahwa tarif baru akan memiliki dampak kejutan yang lebih besar dari yang diharapkan.

Data ekonomi yang lemah memberikan tekanan pada pasar saham. Penurunan kepercayaan konsumen dan pelambatan permintaan membuat Wall Street menjadi hati-hati. Tarif dapat menyebabkan peningkatan biaya dan penurunan permintaan. Para analis memperingatkan tentang risiko stagflasi. Jika pemulihan ekonomi tidak tercapai, reli pasar saham mungkin tidak akan bertahan lama.