10. Mengapa imbal hasil obligasi turun selama perlambatan ekonomi Ketika pasar mengharapkan resesi atau perlambatan ekonomi, imbal hasil obligasi biasanya akan turun. Alasannya adalah sebagai berikut: • Investor mencari keamanan — dalam periode ketidakpastian, investor beralih dari aset berisiko (saham, cryptocurrency) ke aset safe haven seperti obligasi pemerintah AS, sehingga meningkatkan permintaan dan mendorong harga obligasi naik. • Hubungan harga-imbal hasil — harga obligasi dan imbal hasil bergerak dalam arah yang berlawanan. Misalnya, jika harga obligasi senilai 1.000 dolar dengan imbal hasil 4% naik menjadi 1.333 dolar, imbal hasilnya akan turun menjadi 3%. • Sinyal peringatan ekonomi — pertumbuhan PDB yang lemah, tingkat pengangguran yang meningkat, atau ketegangan perdagangan (seperti tarif) menandakan perlambatan ekonomi, mendorong lebih banyak investor untuk membeli obligasi. • Ekspektasi Federal Reserve — jika resesi tampaknya mungkin terjadi, trader memperkirakan Federal Reserve akan menurunkan suku bunga, yang membuat obligasi dengan imbal hasil tinggi yang ada menjadi lebih menarik, sehingga lebih lanjut menurunkan imbal hasil obligasi baru.
📉Contoh di dunia nyata: Pada Maret 2020, selama krisis COVID-19, imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun anjlok dari 1,9% menjadi 0,5% karena investor berbondong-bondong ke pasar obligasi.