⌨️ Bagaimana Para Hacker Mencuri $1,4 Miliar dari Bybit
Pada 21 Februari, bursa kripto Bybit mengalami peretasan terbesar dalam sejarah, kehilangan $1,46 miliar.
Serangan ini dilakukan oleh Lazarus Group, sekelompok hacker asal Korea Utara yang dikenal karena kejahatan siber berskala besar.
🔍 Bagaimana Bybit Diretas?
Semua dimulai dengan serangan phishing yang ditargetkan kepada karyawan yang bertanggung jawab atas dompet dingin.
Para penyerang kemudian mengkompromikan antarmuka Bybit dan mengganti kontrak dompet multisig dengan versi palsu, yang memungkinkan mereka mengakses transfer dana.
Sebagai hasilnya, 401.000 ETH ($1,46 miliar) dikirim ke dompet yang dikuasai oleh para hacker.
➡️ Bagaimana Mereka Mencoba Mencuci Dana yang Dicuri?
🟡 Mereka menggunakan bursa terdesentralisasi (DEX) untuk mengonversi ETH menjadi $BTC e DAI.
🟡 Mereka mentransfer aset melalui jembatan lintas rantai.
🟡 Mereka mendistribusikan dana ke berbagai dompet perantara untuk menyulitkan pelacakan.
"Lazarus Group selalu menunggu beberapa minggu atau bulan sebelum mulai mencuci dana untuk menghindari pengawasan yang ketat," — tegas Chainalysis.
➡️ Tapi Ada Berita Baik
Transparansi blockchain Bybit memungkinkan pelacakan aset yang dicuri.
Komunitas kripto telah membekukan $40 juta dari dana yang dicuri dari Bybit.
Bursa ini terus bekerja sama dengan mitra dari sektor publik dan swasta untuk memblokir sebanyak mungkin dana yang dicuri.
➡️ Kesimpulan
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan siber. Bursa kripto harus lebih transparan dalam melindungi dana pengguna.
Pada 21 Februari, bursa kripto Bybit mengalami peretasan terbesar dalam sejarah, kehilangan $1,46 miliar.
Serangan ini dilakukan oleh Lazarus Group, sekelompok hacker asal Korea Utara yang dikenal karena kejahatan siber berskala besar.
🔍 Bagaimana Bybit Diretas?
Semua dimulai dengan serangan phishing yang ditargetkan kepada karyawan yang bertanggung jawab atas dompet dingin.
Para penyerang kemudian mengkompromikan antarmuka Bybit dan mengganti kontrak dompet multisig dengan versi palsu, yang memungkinkan mereka mengakses transfer dana.
Sebagai hasilnya, 401.000 ETH ($1,46 miliar) dikirim ke dompet yang dikuasai oleh para hacker.
➡️ Bagaimana Mereka Mencoba Mencuci Dana yang Dicuri?
🟡 Mereka menggunakan bursa terdesentralisasi (DEX) untuk mengonversi ETH menjadi $BTC e DAI.
🟡 Mereka mentransfer aset melalui jembatan lintas rantai.
🟡 Mereka mendistribusikan dana ke berbagai dompet perantara untuk menyulitkan pelacakan.
"Lazarus Group selalu menunggu beberapa minggu atau bulan sebelum mulai mencuci dana untuk menghindari pengawasan yang ketat," — tegas Chainalysis.
➡️ Tapi Ada Berita Baik
Transparansi blockchain Bybit memungkinkan pelacakan aset yang dicuri.
Komunitas kripto telah membekukan $40 juta dari dana yang dicuri dari Bybit.
Bursa ini terus bekerja sama dengan mitra dari sektor publik dan swasta untuk memblokir sebanyak mungkin dana yang dicuri.
➡️ Kesimpulan
Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya keamanan siber. Bursa kripto harus lebih transparan dalam melindungi dana pengguna.