Pada awal tahun 2025, Rusia mendapati dirinya berada di pusat skandal lain yang terkait dengan cadangan keuangannya. Cadangan emas Dana Kesejahteraan Nasional (NWF) yang pada awal tahun 2024 berjumlah 358,9 ton, turun menjadi 187,7 ton per 1 Januari 2025. Pengurangan sebesar 171,2 ton ini — atau 48% dari total — telah menjadi subjek perdebatan sengit. Secara resmi, Kementerian Keuangan Rusia menjelaskan penjualan hanya 58,9 ton emas pada Desember 2024 karena kebutuhan untuk menutupi defisit anggaran. Tapi kemana perginya 112,3 ton lainnya? Misteri ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi tindakan pihak berwenang dan keadaan ekonomi Rusia yang sebenarnya.
Dana Kesejahteraan Nasional, yang dibentuk untuk menstabilkan ekonomi di masa krisis, selama ini dianggap sebagai "kubus" Kremlin yang diisi dengan mengorbankan surplus minyak. Emas menjadi bagian utama cadangan setelah sanksi dijatuhkan pada tahun 2022, ketika akses ke pasar dan mata uang Barat dibatasi. Namun, laporan bulanan dari Kementerian Keuangan menunjukkan bahwa stok emas telah menurun hampir terus menerus: pada Maret 2024, 23,2 ton hilang, pada Oktober - 8,5 ton, pada Juli - 4,7 ton. Satu-satunya pengecualian adalah Januari 2024, ketika volume tetap stabil. Pada bulan Juni, Kementerian Keuangan bahkan mengumumkan penyertaan 2,8 ton emas, tetapi total volume masih berkurang 14,2 ton. Perbedaan-perbedaan semacam itu hanya memperdalam kecurigaan.
Penjelasan resmi pihak berwenang tampaknya tidak meyakinkan. Penjualan emas pada bulan Desember, menurut Kementerian Keuangan, ditujukan untuk membiayai kebutuhan anggaran, khususnya karena perang di Ukraina dan tekanan ekonomi sanksi. Namun hilangnya lebih dari 100 ton tanpa laporan terperinci menunjukkan adanya operasi rahasia. Publikasi oposisi, seperti The Moscow Times, menunjukkan bahwa cadangan ini bisa saja digunakan untuk membiayai pengeluaran militer secara diam-diam atau bahkan berakhir di kantong orang-orang yang dekat dengan Kremlin. Dinas Intelijen Asing Ukraina juga menghubungkan penjualan emas dengan kekurangan dana yang parah dalam anggaran.
Rusia tetap menjadi salah satu pemimpin dalam produksi emas — lebih dari 300 ton setiap tahun. Bank sentral negara itu telah mengumpulkan lebih dari 2.360 ton pada tahun 2023, menjadikannya salah satu pemegang cadangan emas terbesar di dunia. Namun, situasi dengan Dana Kesejahteraan Nasional menunjukkan bahwa "bantalan pengaman" tersebut mencair dengan cepat. Di platform media sosial, pengguna bercanda bahwa emas itu bisa saja "menguap" bersama dengan kapal pesiar dan harta benda pejabat, meskipun tidak ada bukti mengenai hal ini.
Para ekonom memperingatkan: ketidakjelasan transaksi emas merupakan gejala krisis yang lebih dalam. Dalam kondisi terisolasi dari pasar global, Rusia terpaksa menjual aset untuk mendukung perekonomian dan perang. Hilangnya 112,3 ton emas dari Dana Kesejahteraan Nasional tanpa penjelasan yang jelas hanya menyoroti kacaunya pengelolaan cadangan. Akankah Kremlin mampu mempertahankan kesan stabilitas ketika "kubus" itu kosong? Belum ada jawaban, tetapi kisah ini telah menjadi simbol masalah keuangan Rusia pada tahun 2025.
Artikel ini disiapkan berdasarkan data terbuka per 22 Februari 2025.
