$ETH
Ethereum (ETH) adalah salah satu jaringan terkuat di dunia cryptocurrency, tetapi menghadapi beberapa tantangan yang mempengaruhi adopsi dan kinerjanya. Berikut adalah tantangan utama tersebut:

1. Biaya gas yang tinggi (High Gas Fees)

Melakukan transaksi dan kontrak pintar di Ethereum memerlukan biaya yang dikenal sebagai "gas". Biaya ini bisa sangat tinggi selama periode kemacetan jaringan, yang menghambat penggunaan aplikasi desentralisasi kecil dan pengguna biasa.

2. Skalabilitas (Scalability)

Jaringan Ethereum mengalami keterlambatan transaksi, di mana ia dapat memproses sekitar 15-30 transaksi per detik (TPS) saja, dibandingkan dengan jaringan lain seperti Solana yang bisa melebihi 50.000 TPS. Ethereum 2.0 dan perbaikan seperti sharding mungkin dapat menyelesaikan masalah ini.

3. Keamanan dan peretasan

Meskipun blockchain itu sendiri aman, aplikasi dan kontrak pintar di Ethereum telah mengalami peretasan besar karena kesalahan pemrograman. Contoh-contoh termasuk peretasan DeFi dan pencurian jutaan dolar dari pengguna.

4. Transisi ke Proof of Stake (PoS)

Ethereum telah beralih ke PoS dalam pembaruan "The Merge", tetapi masih ada perdebatan tentang dampaknya terhadap sentralisasi, di mana kekuatan suara dapat terkonsentrasi di antara sejumlah kecil individu.