Saat meneliti kripto, saya menemukan cerita menarik ini.
Dalam salah satu penipuan paling kacau dalam sejarah mata uang kripto, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun, yang dikenal sebagai $Kid, berhasil melakukan "rug pull" bukan hanya pada satu koin meme, tetapi tiga koin berturut-turut, menghasilkan ribuan dolar.
Awal cerita: peluncuran "Gen Z Quant"
Pada tanggal 20 November 2024, $Kid meluncurkan mata uang kripto pertamanya, “Gen Z Quant,” secara langsung di TikTok, mempromosikannya dengan gaya berani yang membuatnya menjadi bahan pembicaraan di komunitas kripto. Mata uang itu dengan cepat naik harganya secara drastis, sebelum dia tiba-tiba menjual kepemilikannya, menyebabkannya runtuh total.
Ia tidak berhenti di situ, tetapi meluncurkan dua koin tambahan, “I’m Sorry” dan “Lucy”, dan mengulangi skenario yang sama, saat para investor menyuntikkan uang mereka ke koin-koin tersebut, hanya untuk akhirnya mendapati diri mereka menghadapi kerugian yang sangat besar.
Penipuan atau jenius digital?
Sementara sebagian orang melihat $Kid hanya sebagai penipu muda yang mengeksploitasi celah pasar, sebagian lainnya melihatnya sebagai perwujudan generasi baru wirausahawan digital yang memahami aturan permainan keuangan dengan cara yang tidak konvensional. Namun di tengah kontroversi tersebut, pertanyaan yang lebih besar muncul tentang kurangnya regulasi di dunia mata uang kripto, dan bagaimana seorang remaja dapat dengan mudah memanipulasi pasar.
Reaksi: Dari Marah Menjadi Balas Dendam
Pada hari-hari berikutnya, $Kid menghadapi gelombang besar serangan daring, karena informasi pribadinya bocor, menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan dan keamanan digitalnya. Namun, pihak berwenang tidak dapat mengambil tindakan hukum terhadapnya, karena usianya yang masih muda dan celah hukum dalam regulasi mata uang kripto.
Apa yang kejadian ini mencerminkan masa depan kripto?
Kisah ini membuka pintu terhadap pertanyaan mendasar:
Apakah memanipulasi pasar menjadi semudah itu, bahkan bagi remaja?
Apakah kita hidup di era keuangan baru di mana tidak ada batasan siapa yang dapat mengendalikan pasar?
Apakah ini hanya pengecualian, atau kita sedang menuju masa depan yang lebih kacau untuk kripto?
Apakah Anda melihatnya sebagai penipu yang cerdik atau sekadar anak yang beruntung, kisah ini mengungkap betapa rentannya pasar digital terhadap pengaruh individu melalui media sosial.