Peristiwa terkini dalam ekonomi global dapat secara serius mengubah dinamika likuiditas di pasar kripto. AS memberlakukan tarif baru pada impor dari China, Meksiko, dan Kanada, yang pasti akan memengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi.
Apa artinya ini bagi ekonomi makro?
➡️ Inflasi - harga barang impor akan naik, yang akan menciptakan tekanan tambahan pada belanja konsumen.
➡️ Pertumbuhan ekonomi – tarif yang lebih tinggi dapat memperlambat pertumbuhan karena perusahaan menghadapi biaya yang lebih tinggi dan industri berorientasi ekspor menghadapi tindakan pembalasan dari negara lain.
➡️ Pasar tenaga kerja - pemutusan hubungan kerja mungkin terjadi di sektor-sektor yang bergantung pada perdagangan internasional.
Bagaimana Fed akan bereaksi terhadap hal ini?
Sebelumnya, pasar memperkirakan penurunan suku bunga pada tahun 2024, tetapi dengan meningkatnya tekanan inflasi, Fed mungkin akan mengambil jeda. Jerome Powell telah menyatakan bahwa langkah selanjutnya akan bergantung pada data makro.
Bagaimana dengan kripto?
Jika Fed terus mempertahankan suku bunga tinggi, likuiditas di pasar kripto akan tetap terbatas - investor besar akan lebih memilih aset tradisional.
Jika terjadi kenaikan inflasi yang tajam dan melemahnya pasar saham, kripto juga dapat mengalami aksi jual.
🔄 Namun, dalam jangka panjang, melemahnya dolar dapat mengembalikan minat terhadap Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai.
Intinya: Selama Fed tetap berhati-hati dan perang dagang menciptakan ketidakpastian, likuiditas pasar kripto tetap berada di bawah tekanan. Tetapi jika ekonomi AS melambat, hal itu dapat menjadi pendorong pertumbuhan Bitcoin.