Dalam sebuah langkah yang mengejutkan, El Salvador telah mencabut status alat pembayaran yang sah Bitcoin, kurang dari empat tahun setelah negara Amerika Tengah itu menjadi yang pertama di dunia yang mengadopsinya. Keputusan tersebut berasal dari reformasi Undang-Undang Bitcoin yang disetujui oleh Majelis Legislatif pada hari Rabu.

Reformasi tersebut, yang mengubah enam pasal dan menghilangkan tiga pasal dari undang-undang inovatif asli yang disahkan pada September 2021, berarti Bitcoin tidak lagi menjadi mata uang resmi di El Salvador. Penggunaannya akan diserahkan kepada pertukaran antara warga negara dan perusahaan swasta, dan penerimaannya tidak lagi wajib, tetapi sukarela.

Inisiatif reformasi tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata Morena Valdez atas permintaan Presiden Nayib Bukele, yang belum berkomentar secara terbuka tentang masalah tersebut. Keputusan itu muncul di tengah konteks ekonomi yang menantang bagi negara tersebut dan di tengah negosiasi dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk pinjaman sebesar 1,4 miliar dolar, di mana entitas tersebut mengenakan syarat "mengurangi risiko Bitcoin".

Kebingungan dan Kritik

Reformasi tersebut telah menimbulkan kebingungan dan kritik karena kata-kata baru di beberapa pasal. Salah satu poin yang paling kontroversial adalah amandemen pasal pertama undang-undang tersebut, yang menghapus istilah "mata uang" tetapi tetap mempertahankan istilah "alat pembayaran yang sah".

#BTC $BTC