Dewan Produktivitas Hong Kong, Industrialisasi Baru (HKPC New Industrialization) telah mengungkap lanskap rumit industri kecerdasan buatan Hong Kong, menyoroti tantangan, kemenangan, dan peta jalan untuk masa depan dalam laporan baru.

Berdasarkan temuan laporan tersebut, 49% perusahaan yang disurvei menghadapi tugas berat untuk merekrut talenta teknis yang sesuai. Biaya operasional yang tinggi dan kurangnya talenta yang dirasakan di Hong Kong telah menciptakan dilema perekrutan, yang menimbulkan ancaman besar terhadap potensi pertumbuhan industri.

Sebaliknya, laporan tersebut mengungkap bahwa 51% perusahaan besar mengklaim profitabilitas, dengan keseluruhan 31% perusahaan mengklaim keberhasilan finansial.

Daya pemrosesan yang tidak memadai (44%), ditambah dengan tantangan dalam pengumpulan data (44%), mencerminkan kebutuhan penting untuk pengembangan infrastruktur di Hong Kong. Ketergantungan pada layanan komputasi awan (71%) menandakan solusi sementara, tetapi laporan tersebut sangat merekomendasikan percepatan pembangunan pusat data komputasi kinerja tinggi (HPC) untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Panggung global tengah menyaksikan revolusi AI, dengan pemerintah di Singapura, New York, dan Swiss secara aktif mempromosikan pengembangan. Laporan tersebut menekankan perlunya Hong Kong untuk menyesuaikan diri dengan tren global ini, khususnya di sektor-sektor seperti manufaktur, keuangan, dan perawatan kesehatan.

Sembilan Rekomendasi untuk Menetapkan Hong Kong sebagai Pusat AI

Dalam langkah berani untuk mendorong Hong Kong ke garis depan industri kecerdasan buatan (AI) dan data global, pemerintah telah meluncurkan rencana komprehensif yang mencakup sembilan rekomendasi utama.

Membangun Pusat HPC terkemuka di Asia: Pemerintah akan berinvestasi dalam membangun pusat Komputasi Berkinerja Tinggi (HPC) yang canggih, yang menandai langkah maju yang signifikan dalam infrastruktur teknologi. Kebijakan preferensial akan diperkenalkan untuk menarik perusahaan lokal dan asing untuk membangun pusat HPC swasta, yang akan mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung penelitian dan pengembangan AI di Hong Kong.

Membangun Pusat Big Data Internasional: “Kantor Kebijakan Digital” yang baru dirumuskan akan mempelopori pengembangan kebijakan data. Lingkungan “bebas kebijakan privasi” akan diciptakan, yang mendorong sirkulasi data dengan Tiongkok Daratan dan kota-kota di luar negeri, terutama di area sensitif seperti data medis, sekaligus melindungi warga negara.

Merumuskan Kebijakan Regulasi untuk Teknologi AI: Mencapai keseimbangan yang tepat antara pertumbuhan industri dan kepentingan publik, pemerintah akan merumuskan kebijakan dan pedoman regulasi untuk pengembangan dan penerapan teknologi AI.

Memperkuat Kerja Sama: Rencana yang kuat telah disusun untuk memperkuat kerja sama dengan Greater Bay Area dan negara-negara lain. Hong Kong akan fokus pada pengembangan kekuatannya dalam desain chip AI, algoritma, kerangka kerja, dan perangkat lunak aplikasi untuk meningkatkan industri AI dan data.

Mempromosikan Aplikasi AI Skala Besar: Sejalan dengan visi kota pintar dan pemerintahan pintar, Pemerintah HKSAR akan memimpin dengan memberi contoh, mengembangkan dan meluncurkan aplikasi AI skala besar untuk memacu pengembangan industri dan menarik perusahaan AI untuk membangun kehadiran di Hong Kong.

Memberdayakan Industri dengan AI: Industri tradisional akan diberdayakan melalui kolaborasi dengan sektor AI. Pendanaan pemerintah akan digunakan untuk memberikan pelatihan AI kepada karyawan, mendorong penerapan AI untuk meningkatkan dan mengubah industri tradisional, dan mempercepat pengembangan sektor yang sedang berkembang.

Mengembangkan Pusat Pembiayaan Internasional untuk Perusahaan AI: Pemerintah akan berkolaborasi dengan lembaga publik dan swasta untuk mempromosikan “Peraturan Pencatatan Perusahaan Teknologi Spesialis” yang baru diluncurkan oleh Bursa Efek Hong Kong.

Peraturan ini bertujuan untuk memungkinkan perusahaan teknologi khusus yang belum menghasilkan pendapatan dan belum menghasilkan laba untuk mencatatkan sahamnya di Hong Kong. Hal ini diharapkan dapat menarik lebih banyak perusahaan AI dan dana modal ventura ke kota tersebut.

Mempopulerkan Pendidikan AI: Universitas, perguruan tinggi negeri, dan sekolah menengah didorong untuk memasukkan pendidikan AI ke dalam mata kuliah wajib dan lintas berbagai disiplin ilmu. Inisiatif ini bertujuan untuk menumbuhkan "bakat AI+" interdisipliner, mempersiapkan tenaga kerja untuk menghadapi tuntutan lanskap teknologi yang terus berkembang.

Mempromosikan Hong Kong sebagai Kota yang Paling Layak Huni bagi Talenta AI di Tingkat Internasional: Pemerintah HKSAR akan secara aktif mempromosikan rencana pengembangan industri AI di kota tersebut, dengan menekankan sifat internasional Hong Kong.

Rencana komprehensif ini menggarisbawahi komitmen Hong Kong untuk menjadi pemimpin global dalam industri AI dan data, dengan fokus pada inovasi, kolaborasi, dan pengembangan bakat.

Postingan HKPC Membagikan Sembilan Wawasan Strategis untuk Mendorong Industri AI Hong Kong muncul pertama kali di Metaverse Post.